RADARSOLO.COM–Benda yang diduga masuk cabar budaya kembali ditemukan di Kabupaten Boyolali.
Kali ini ditemukan warga di Dusun Tawangsari, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Boyolali.
Adalah sebuah batu candi berbentuk yoni tanpa lingga.
Adapula fragmen arca kecil serta bebatuan candi di kebun warga setempat.
Pantauan radarsolo.com, batu candi ditemukan di kebun belakang rumah Yoto Kirman.
Kemudian, Narno Sukamto, 65, tetangga Yoto berinisiatif melakukan penggalian. Di kebun tersebut memang terdapat tumpukan bebatuan.
"Zaman dulu memang dikenal itu candi, dari zaman mbah-mbah saya bilang begitu. Namun, saya itu ingin menemukan di mana candinya, lalu saya gali saya temukan itu. Saya menggalinya sudah semingguan lalu," beber Narno ditemui di lokasi, Kamis (26/9/2024).
Awalnya, Narno menemukan tumpukan batu. Berlanjut fragmen arca kecil.
Dia lalu menunjukan sebuah yoni yang diatasnya terdapat patahan fragmen arca dengan bentuk kaki yang terlihat jelas.
Sedangkan serakan bebatuan candi di singkirkan di samping lokasi.
Yoni itu memiliki ukiran sederhana di bagian ujung.
Kedalaman penggalian hingga terlihat alas yoni sekira setengah meter. Sedangkan batu pasangannya atau lingga tidak ditemukan.
Tak jauh dari situ, terdapat tanaman tembakau.
Didampingi Narno, Yoto meninjukan terakota pipa saluran kuno yang sudah terbagi beberapa bagian.
Saluran pipa itu ditemukan di kebun yang sama Saat ini, pecahan terakota itu masih diletakan di belakang rumah.
"Ya ingin saya bersihkan bagaimana caranya gitu. Ingin saya naikkan gitu. Saya juga langsung lapor pak RT, saya menemukan seperti ini. Dan dari kecamatan dan desa juga sudah datang pagi ini," beber Yotoa.
Nampak pula batuan struktur candi ditata memanjang. Diduga menjadi pagar luar candi.
Selama ini, tumpukan batuan candi itu dikeramatkan dengan diberikan sesaji. Sehingga pemilik kebun juga tidak berani memindahkannya.
Temuan tersebut telah dilaporkan ke Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali.
Dari surat laporan yang masuk, objek diduga cagar budaya (ODCB) berupa yoni, fragmen arca kecil diduga berdiri dan hanya tersisa telapak kaki dan landasan.
Kemudian tataan batuan menyerupai pagar, bagian kemuncak dan batu-batu bangunan candi, serta terakota pipa saluran kuno.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali Eko Sumardiyanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan temuan ODCB di Dusun Tawangsari, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Rabu (25/9).
Laporan temuan itu disampaikan dalam bentuk surat tertulis lengkap dengan dokumentasinya.
"Kami akan mengecek dengam Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X. Kami masih menunggu waktunya," tandasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono