Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Bangun Jalan, Warga Gladagsari Boyolali Temukan Batu Peninggalan Majapahit di Kedalaman 2 Meter

Ragil Listiyo • Sabtu, 28 September 2024 | 04:40 WIB
Objek diduga benda cagar budaya yang ditemukan di Desa Kembang dan Desa Seboto di Kecamatan Gladagsari, Boyolali.
Objek diduga benda cagar budaya yang ditemukan di Desa Kembang dan Desa Seboto di Kecamatan Gladagsari, Boyolali.

RADARSOLO.COM-Pembuatan jalan penghubung antara Desa Kembang dan Desa Seboto di Kecamatan Gladagsari, Boyolali, tak disangka memunculkan penemuan bersejarah.

Pada kedalaman sekitar 2 meter, para pekerja menemukan objek diduga cagar budaya (ODCB).

Temuan tersebut terjadi sekitar sebulan lalu dan diduga merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit.

Kepala Desa Kembang Untung Susilo mengungkapkan, lokasi penemuan berada di Dusun Karanganyar, Desa Kembang.

Saat itu, para pekerja yang tengah melakukan pekerjaan membuka lahan untuk jalan tembus desa, terkejut dengan munculnya alat-alat yang terbuat dari batu.

Ada yang berbentuk lesung, pipisan, dan umpak yang biasanya digunakan sebagai fondasi rumah.

"Awalnya kami tidak menyangka akan menemukan benda-benda seperti ini. Ada alat penumbuk, lesung, serta umpak-umpak yang semuanya terbuat dari batu," kata Untung, Jumat (27/9/2024).

Temuan ini lantas dipinggirkan agar aman dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui mahasiswa KKN yang ada di desa tersebut.

Untung menduga masih ada banyak ODCB lain di sekitar lokasi, yang kemungkinan berada di tanah milik warga.

Pihak desa mengajak dinas terkait untuk melakukan pengecekan lebih lanjut di area tersebut.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali Eko Sumardiyanto menjelaskan, pihaknya bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X telah melakukan pengecekan ke lokasi.

Temuan tersebut terdiri dari berbagai macam benda yang diduga merupakan bagian dari alat rumah tangga pada masa lalu.

Baca Juga: Polsek Grogol Amankan Geng Klitih, Kebanyakan Warga Solo dan Sukoharjo: Pengeroyokan Yang Dilakukan Belum Lama Ini Viral di Medsos

"Temuan pipisan batu yang digunakan untuk membuat jamu kondisinya sudah pecah. Selain itu, ada tujuh umpak yang ditemukan di area tersebut," terang Eko.

Menurut Eko, temuan terbaru berupa lumpang dan pipisan batu ini baru ditemukan sekitar bulan Juli lalu.

Rencananya, BPK Wilayah X akan meneliti lebih lanjut benda-benda tersebut untuk memastikan apakah benar termasuk cagar budaya.

Untuk saat ini, benda-benda tersebut telah diamankan di rumah RT setempat agar tidak hilang atau diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Disdikbud Boyolali dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X cek lokasi penemuan ODCB.
Disdikbud Boyolali dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X cek lokasi penemuan ODCB.

"Pihak BPK Wilayah X nantinya yang akan menetapkan apakah benda-benda ini merupakan cagar budaya atau bukan. Temuan ini sementara diduga berasal dari era Majapahit, terutama alat-alat rumah tangga seperti pipisan dan umpak batu," tambahnya. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#seboto #gladagsari #Boyolali #desa kembang #majapahit #objek diduga cabar budaya