Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Banyak Ditemukan Objek Diduga Cagar Budaya, Desa Ringinlarik Boyolali Diprediksi merupakan Bekas Perkampungan Kuno

Ragil Listiyo • Jumat, 4 Oktober 2024 | 02:34 WIB
Tim BPK Wilayah X Jawa Tengah bersama Disdikbud dan pemerintah Kecamatan Musuk dan Pemdes Ringinlarik cek benda diduga cagar budaya, Kamis (3/10/2024).
Tim BPK Wilayah X Jawa Tengah bersama Disdikbud dan pemerintah Kecamatan Musuk dan Pemdes Ringinlarik cek benda diduga cagar budaya, Kamis (3/10/2024).

RADARSOLO.COM-Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah melakukan pengecekan temuan objek diduga cagar budaya (ODCB) di Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Boyolali, Kamis (3/10/2024).

Pengecekan ini dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat setempat mengenai keberadaan benda-benda tersebut.

Pamong Budaya Ahli Muda BPK Wilayah X Wardiyah menjelaskan,pengecekan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima.

Hasil pengecekan di lapangan, terdapat 3 lokasi temuan ODCB di Desa Ringilarik. Salah satunya adalah temuan watu lumpang di kebun milik warga.

“Ada dua lokasi yang awalnya akan kami datangi. Tetapi ternyata ditemukan satu lokasi tambahan berupa watu lumpang di kebun warga,” ujarnya, Kamis (3/10/2024).

Kegiatan pengecekan ini didampingi oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Pemerintah Kecamatan Musuk, serta Pemerintah Desa Ringinlarik.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Dusun Tawangsari, tempat ditemukannya fragmen candi, kaki terakota, dan sebuah yoni.

Terdapat pula fragmen batu putih atau padas yang memanjang ke arah barat.

Sebagian besar batuan tersebut terbuat dari batu andesit, sementara beberapa lainnya dari batu padas.

Temuan ini berada di belakang rumah salah satu warga, Yoto Kirman.

Selain di Dusun Tawangsari, tim juga menemukan batu lumpang dan batu kenteng di tengah ladang milik Toyo Sukeni di sebelah barat Dusun Tawangsari.

Total terdapat tiga batu lumpang dan satu batu kenteng di lokasi ini.

Baca Juga: Survei BPK Wilayah X Jateng-Yogyakarta Rampung di Candi Tampir Musuk Boyolali Rampung, Komunitas BHS: Semoga Ada Tindaklanjut

“Batu lumpang biasanya digunakan untuk mengolah hasil pertanian. Seperti padi dan jagung, sementara batu kenteng digunakan untuk tempat makanan ternak,” ungkap Wardiyah.

Selanjutnya, tim BPK mengunjungi lokasi temuan arca di tengah ladang warga di Dusun Mogol Kulon, Desa Ringinlarik.

Lokasi tersebut tidak jauh dari Dusun Tawangsari. Hanya berjarak sekitar 1 kilometer.

Wardiyah menambahkan, ketiga lokasi temuan ini saling berkaitan dan kemungkinan pada masa lalu wilayah tersebut merupakan pemukiman yang cukup padat penduduk.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan yang tersebar di wilayah Desa Ringilarik.

“Jika melihat korelasi antara ketiga lokasi ini, bisa disimpulkan bahwa di masa lalu wilayah ini cukup padat penduduk. Sebab, sebaran temuan cukup banyak dan berada dalam satu wilayah administratif yang sama, yaitu Desa Ringinlarik,” paparnya.

Pengecekan yang dilakukan oleh BPK ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam terkait sejarah dan peninggalan di wilayah Boyolali.

Khususnya di Desa Ringilarik yang diduga memiliki nilai sejarah penting bagi perkembangan budaya di masa lalu. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#cagar budaya #Boyolali #BPK Wilayah X Jateng #desa ringinlarik #musuk