Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diduga karena Beda Pilihan Cabup-Cawabup Boyolali, Tukang Cuci Motor Dianiaya Orang Tak Dikenal

Ragil Listiyo • Rabu, 23 Oktober 2024 | 01:26 WIB
Hartoyo alias Yoyok, 40, (tengah) warga Dusun Jajar , Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali laporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Boyolali, Selasa (22/10/2024).
Hartoyo alias Yoyok, 40, (tengah) warga Dusun Jajar , Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali laporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Boyolali, Selasa (22/10/2024).

RADARSOLO.COM- Selain pelanggaran netralitas oleh puluhan oknum kades, kasus lebih ekstrem terjadi di Kabupaten Boyolali jelang Pilkada 2024.

Hartoyo alias Yoyok, 40, warga Dusun Jajar RT 13 RW 04, Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali mengaku dianiaya orang tak dikenal, Selasa (22/10/2024).

Penganiayaan yang diduga karena berbeda pilihan cabup-cawabup Boyolali tersebut telah dilaporkan ke mapolres setempat.

Ditemui di ruang Satreskrim Polres Boyolali, Yoyok mengaku telah divisum di RS Indriati.

Terkait kronologi kejadian, bermula saat Yoyok hendak berangkat bekerja dengan mengendarai sepeda motor.

Sekitar pukul 07.30, dia tiba di Dusun Padas, Desa Cangkringan, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Nah, saat itulah, Yoyok dipepet 2 pelaku yang berboncengan sepeda motor dan mengenakan penutup wajah. “Muka saya ditonjok,” terang Yoyok.

Yoyok mengaku tak mengenali 2 pelaku itu. Namun, dia menduga masih ada kaitannya dengan teror yang dialaminya sebelumnya.

"Saya kan cuma membela (menyebut salah seorang cabup). Disuruh berhenti untuk menggerakkan (ikut memenangkan). Banyak (jenis ancaman), ya diajak ketemuan malam-malam," bebernya.

Teror tersebut dirasakan Yoyok sejak 7 Oktober 2024. Salah satunya kiriman rekaman suara yang mengajaknya bertemu pada dini hari.

Pihak keluarga yang khawatir atas keselamatan Yoyok memintanya tak lagi mendukung salah satu paslon.

Hingga akhirnya rekaman suara berisi intimidasi terhadap Yoyok tersebar di media sosial.

Baca Juga: Nama Sejumlah Pendaftar PPPK di Wonogiri Dicatut Parpol, Seperti Ini Nasibnya di Tahap Seleksi Administrasi

Salah satunya meminta Yoyok melepas branding gambar cabup di sepeda motornya.

"Saya melapor ini, semoga mendapat perlindungan dari kepolisian dan keluarga saya terhindar dari bencana ini saja," harapnya.

Taryono, tim hukum salah satu paslon turut mendampingi Yoyok melapor ke polisi.

Akibat penganiyaan tersebut, Yoyok mengalami luka memar di wajah.

"Kami belum bisa menyebutkan dari kelompok apa (pelaku). Tapi ada indikasi ke situ (kelompok tertentu). Karena ada beberapa percakapan sebelumnya," jelasnya.

Kapolsek Banyudono AKP Agus Satrio membenarkan adanya kasus penganiayaan dan telah dilaporkan ke Polres Boyolali.

“Saat ini masih dalam proses lidik (penyelidikan)," jelasnya.

Terpisah, Plt Kapolres Boyolali AKBP Budi Adhi Buono mengatakan sudah mengetahui laporan dari Yoyok.

"Kami terima laporannya dulu. Sementara saya masih ada giat mengecek Polsek Karanggede," ungkapnya melalui pesan WhatsApp. (rgl/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#ancaman #cabup #cawabup #Boyolali #intimidasi #polres #teror #penganiayaan