Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Petani Geruduk Kantor KPP Pratama Boyolali Minta Kejelasan Pemblokiran Rekening UD Pramono yang Selama Ini Beli Susu dengan Harga Tinggi

Ragil Listiyo • Senin, 28 Oktober 2024 | 19:26 WIB
Petani dan peternak sapi perah mendatangi kantor KPP Pratama Boyolali untuk mencari kejelasan pemblokiran rekening UD Pramono yang selama ini membeli susu sapi dari petani, Senin (28/10/2024).
Petani dan peternak sapi perah mendatangi kantor KPP Pratama Boyolali untuk mencari kejelasan pemblokiran rekening UD Pramono yang selama ini membeli susu sapi dari petani, Senin (28/10/2024).

RADARSOLO.COM-Ratusan petani dan peternak sapi perah menggeruduk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Boyolali, Senin (28/10/2024).

Menyusul pemblokoran rekening usaha dagang (UD) Pramono di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Diketahui, UD Pramono menampung setoran susu sapi dari 1.300 petani dan peternak sapi perah yang tersebar di 6 kecamatan di Boyolali serta Klaten. 

Pemblokiran tersebut membuat aktivitas keuangan UD Pramono macet. Dampaknya, ribuan petani dan peternak yang bergantung pada UD Pramono itu kelabakan.

Bukan hanya menampung susu, UD Pramono juga membuka koperasi simpan pinjam tanpa bunga.

Bahkan petani dan peternak bisa mengambil pakan sapi kemudian pembayarannya dipotong dari uang susu.

Namun, sejak minggu lalu, UD Pramono sudah berpamitan dengan para petani dan peternak untuk berhenti beroperasi.

Gito, petani asal Dusun Rejosari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo mengaku menggantungkan kebutuhan hariannya lewat penjualan susu sapi.

Dia sudah menyetorkan susu sapi di UD Pramono sejak 10 tahun terakhir.

"Sehari saya bisa setor 20 liter susu. Harganya tinggi, Rp 7.250 per liter, paling tinggi dibandingkan yang lain. Petani minat ikut Pak Pramono karena bisa beli pakan dengan cara dicicil, kedua ada koperasi simpan pinjam bungannya 0 persen," jelas Gito di depan kantor KPP Pratama Boyolali.

"Kalau pinjam Rp 1 juta, ya potongannya 10 kali Rp 100 ribu," lanjut dia.

Menurut Gito, kemudahan ini sangat membantu petani dan peternak. Apalagi dia mengandalkan uang penjualan susu sapi untuk memenuhi kebutuhan harian.

Dalam satu pekan, Gito bisa mengantongi Rp 800 ribu dari menjual susu sapi ke UD Pramono.

Sedangkan untuk pakan sapi dan garam, dia juga membeli dari UD setempat.

"Kami dikasih tahu kalau Jumat (1/11/202 UD Promono) mau tutup. Hari Jumat susu enggak diambil. Terus susu disetorkan ke mana?," jelas Gito.

"Jadi kami ke sini (kantor KPP Pratama Boyolalai) mau tanya, ini sebenarnya bagaimana? Ya repot, susu dan sapi kan ragat e akeh (modal besar,Red)," imbuh dia.

Senada diungkapkan Sriyono, 37, peternak asal Kecamatan Jatinom, Klaten.

Dia menyetorkan susu sejak 6 tahun terakhir. Sriyono memiliki empat sapi perah yang menghasilkan 55 liter susu per hari.

Sriyono dibuat kaget saat petugas UD Pramono sudah berpamitan.

"Ya ini kan menanyakan tho, jane (sebenarnya) Pak Pram (pemilik UD Pramono) itu bangkrut atau uangnya itu memang diblokir atau bagaimana?," ungkapnya.

Dalam seminggu, Sriyono bisa mengantongi  Rp 450 ribu dari menjual susu ke UD Pramono. Masih ditambah pembelian pakan yang bisa dicicil.

Dia berharap kondisi ini segera klir. Peternak bisa kembali menyetorkan susu ke UD Pramono. Apalagi banyak peternak kecil yang bergantung pada UD ini.

"Di Pak Pram harganya (susu) paling tinggi. Kalau tutup, mau dikemanakan susunya? Saya punya anak istri, merawat sapi juga mahal. Kalau macet total, susu saya mau buat apa?," pungkas Sriyono. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Sapi Perah #pemblokiran rekening #KPP Pratama Boyolali #susu #ud pramono #petani #peternak