RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali membuka peluang investasi dengan memangkas birokrasi yang rumit.
Itu dibuktikan dengan meluncurkan website Tata Ruang dan Boyolali Satu Peta yang memungkinkan calon investor mengakses informasi terkait tata ruang tanpa perlu bertemu pejabat atau notaris.
Sekda Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani menuturkan, langkah ini guna memudahkan proses investasi di Boyolali dengan memberikan akses yang cepat dan mudah.
"Para pengembang, perusahaan, rumah sakit swasta, perbankan, OPD, dan konsultan dapat memanfaatkan website ini untuk mendapatkan informasi tata ruang yang mereka butuhkan," jelas Wiwis, Minggu (3/11).
Dua website tersebut emberikan informasi terkait status zona lokasi yang diinginkan.
Sehingga calon investor dapat langsung mencari lokasi yang ingin dibangun dan memperoleh informasi status tata ruang wilayah bersangkutan.
Selain mempercepat akses informasi, website ini juga mencegah potensi gratifikasi dengan menghilangkan interaksi tatap muka.
"Tidak ada lagi negosiasi atau otak-atik tata ruang karena semuanya dapat diakses secara langsung melalui website," tambahnya.
Wiwis berharap, inisiatif pro-investasi yang telah dimulai sejak masa pemerintahan Bupati Seno Samudro ini akan semakin menarik minat investor.
Hingga kini, Boyolali mencatatkan nilai investasi tertinggi di Solo Raya, menembus Rp20 miliar sejak 2019 hingga 2024.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Boyolali Ahmad Gojali menjelaskan , website ini masih dalam pengembangan.
Saat ini, terdapat enam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang telah terintegrasi ke dalam sistem tersebut.
“Tahun ini kami menambahkan tiga RDTR lagi, dan nantinya semua RDTR di Boyolali akan tersedia di aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat dan investor,” jelasnya.
Sebelum adanya website ini, calon investor biasanya berkonsultasi langsung terkait status tata ruang.
Sekarang, data yang dibutuhkan dapat diakses dengan mudah, lengkap dengan titik koordinat lokasi yang bisa dicetak langsung oleh investor. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono