RADARSOLO.COM- Dalam aksi protes yang menghebohkan di Boyolali, para peternak susu sapi perah melakukan aksi ekstrem dengan membuang ratusan ton susu ke jalanan dan mandi susu sebagai bentuk protes.
Kejadian ini menjadi viral di media sosial, bahkan netizen langsung menandai akun Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming, hingga Partai Gerindra di unggahan Instagram @boyolalikita, yang mengunggah tangkapan layar berita mengenai aksi ratusan ton susu yang dibuang tersebut.
Para warganet terutama warga Boyolali, meminta perhatian pemerintah untuk segera turun tangan.
Komentar dari netizen seperti @rienawati0606 menuliskan, "Bpk @prabowo Bpk @gibran_rakabuming mohon solusinya," sementara @wdaagustinn memohon, "Tolong dibantu para petani susu di Boyolali pak @prabowo @gibran_rakabuming @gerindra @kemendag."
Sorotan tajam ini menggarisbawahi desakan publik terhadap para pemimpin untuk segera bertindak sebelum kondisi para peternak semakin memburuk.
Industri susu di Boyolali, yang dikenal sebagai 'Kota Susu', mengalami pukulan berat.
Ratusan ton susu yang diproduksi oleh para peternak tak terserap oleh industri pengolahan susu (IPS), yang beralasan tidak ada kebutuhan untuk stok tambahan.
Alhasil, para peternak mengalami kerugian besar karena susu yang seharusnya dijual kini hanya menjadi limbah.
Sebagai bentuk protes, seratusan peternak dan peloper susu Boyolali turun ke jalan pada Sabtu (9/11).
Mereka membawa puluhan mobil bak terbuka yang penuh dengan ken besi berisi susu.
Aksi berlanjut di Monumen Susu Tumpah, Boyolali, di mana mereka membagikan susu secara gratis kepada masyarakat yang sudah berkumpul.
Baca Juga: Hal Positif Anak Diajarkan Tari Dolanan: Melestarikan Warisan Budaya dengan Keceriaan
Namun, aksi ini tidak hanya berhenti pada pembagian susu gratis.
Para peloper bahkan melakukan aksi mandi susu sebagai simbol frustasi.
"Susu ne nggo adus wae, ben mlebu kalenan wae (Susunya untuk mandi saja, biar masuk tempat pembuangan saja)," teriak Sriyono, pengurus KUD Mojosongo, dengan lantang.
Di sepanjang iring-iringan mobil, terpampang spanduk dengan berbagai pesan protes, termasuk "Frisian Flag Indonesia Tolong Utamakan Susu Lokal" dan "STOP SUSU IMPOR".
Para peternak kecewa karena pemerintah terus membuka keran impor susu, sementara susu lokal yang diproduksi dengan kualitas tinggi justru tidak diserap oleh industri.
Dono Nugroho, salah satu peternak dari Tamansari, mengungkapkan kekecewaannya, "Kami rugi banyak, kami butuh makan untuk sapi. Sapi juga tidak sedikit modalnya. Terus kami malah dengar kalau pemerintah mau impor terus membuka kandang peternakan di Kalimantan."
Menurut Dono, para peternak sudah menyetor susu berkualitas baik, namun tetap saja ditolak oleh IPS dengan alasan yang tidak jelas.
Di tengah kekecewaan para peternak, warganet berharap kepada para tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming untuk segera turun tangan.
Tagar dan tanda pada akun mereka di Instagram semakin menekan pemerintah untuk memberikan solusi nyata.
Komentar netizen semakin memperkeruh suasana, mempertanyakan mengapa pemerintah terus mendorong impor susu alih-alih mendukung peternak lokal.
Salah satu spanduk bahkan bertuliskan, "Kalau Solusinya Cuma 'IMPOR', jadi Menteri ga Perlu Sekolah Tinggi." Ini menjadi sindiran tajam terhadap kebijakan yang dianggap merugikan para petani dan peternak dalam negeri. (lz)
Editor : Laila Zakiya