Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Begini Cara Warga Timboa Tularkan Kepedulian Menjaga Gunung Merbabu Boyolali kepada Anak Turunnya

Ragil Listiyo • Rabu, 13 November 2024 | 01:46 WIB
Warga Timboa, Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari, Boyolali mengajak buah hati mereka bersihkan tangga kuno di Gunung Merbabu.
Warga Timboa, Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari, Boyolali mengajak buah hati mereka bersihkan tangga kuno di Gunung Merbabu.

RADARSOLO.COM-Warga Dusun Timboa, Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari, Boyolali punya kepedulian tinggi menjaga Gunung Merbabu.

Kepedulian terhadap pelestarian alam dan budaya ini diwariskan kepada generasi muda melalui aksi nyata.

Selama 3 hari, 8-10 November, warga bersama komunitas pecinta cagar budaya dan relawan pecinta alam melaksanakan kegiatan pelestarian jalur kuno di Gunung Merbabu.

Jarwanto, salah satu warga Timboa menjelaskan, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan ini sudah berlangsung sejak lama.

Bahkan, saat sumber air di kawasan tersebut sempat terputus akibat kebakaran, anak-anak dan pemuda setempat turut serta memperbaikinya.

“Anak-anak usia 12 tahun ke atas mulai diajak merawat sumber air, menjaga kelestarian alam, serta merawat situs kuno. Ini semua demi warisan untuk anak cucu kami,” urainya, Selasa (12/11/2024).

Kegiatan ini tidak hanya sekadar pembersihan jalur, tetapi juga menjadi upaya melibatkan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya setempat.

Para orang tua menyiapkan perbekalan makan dan minum yang mencukupi karena jalur yang ditempuh menanjak serta menguras tenaga.

Ketua Boyolali Heritage Society (BHS) Kusworo Rahardian menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pelestarian jalur kuno menuju puncak Merbabu.

Selama 3 hari, ratusan anak tangga kuno dibersihkan dari rumput perdu dan timbunan tanah.

"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Desa Ngadirojo, khususnya Timboa terhadap pelestarian situs dan jalur kuno yang menjadi bagian dari sejarah daerah tersebut,” ungkap Kusworo.

Jalur kuno ini diketahui menghubungkan antara struktur teras di bagian bawah dan puncak.

Baca Juga: Jawab Tantangan Menteri Pertanian soal Kualitas Susu, Peternak Sapi Perah di Boyolali Tak Gentar

Berdasarkan peta lama tahun 1944, jalur tersebut mengarah dari Diwak hingga Puncak Sarif, yang merupakan bagian dari Gunung Merbabu.

BHS turut mendampingi warga dalam kegiatan ini agar pembersihan tidak melanggar kaidah arkeologi.

Kusworo mendorong adanya kajian menyeluruh terhadap kondisi situs yang rentan terhadap kerusakan akibat faktor alam.

"Kami berharap agar pemangku kebijakan segera memperhatikan keberadaan jalur kuno yang masih tersisa di Gunung Merbabu, atau yang dahulu dikenal sebagai Gunung Damalung,” pintanya.

“Restorasi sangat diperlukan untuk menjaga keunikan dan keindahan jalur ini,” imbuh dia.

Dengan pelestarian yang dilakukan, jalur kuno ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya.

Sekaligus menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kelestarian alam #kepedulian #gunung merbabu #tangga kuno #warga timboa