Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kunjungan Wisatawan di Boyolali Melonjak, Berikut Destinasi yang Menjadi Primadona

Ragil Listiyo • Senin, 2 Desember 2024 | 22:13 WIB
Wisatawan menghabiskan akhir Pekan di Umbul Tirto Mulyo, Kecamatan Sawit, Boyolali.
Wisatawan menghabiskan akhir Pekan di Umbul Tirto Mulyo, Kecamatan Sawit, Boyolali.

RADARSOLO.COM-Pariwisata Boyolali terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Hingga November 2024, tingkat kunjungan wisatawan mencapai 1,4 juta orang.

Mengalami kenaikan signifikan dibandingkan 2023 yang hanya mencatat sekitar 665 ribu wisatawan.

Lonjakan ini terutama didorong oleh popularitas wisata alam Selo dan Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu.

Kepala Disporapar Boyolali Budi Prasetyaningsih mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan sebagai pencapaian yang luar biasa bagi sektor pariwisata di Boyolali.

"Angka kunjungan wisatawan hingga November sudah mencapai 1,4 juta. Naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kami terus mendorong promosi untuk mempertahankan momentum ini," jelasnya, Senin (2/12/2024).

Namun, Ning, sapaan akrabnya, menegaskan, lonjakan kunjungan wisatawan harus diimbangipeningkatan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi wisata.

"Kenaikan jumlah wisatawan harus diikuti dengan pengembangan kapasitas pelaku wisata. Dengan demikian, wisatawan merasa puas dan bisa merekomendasikan destinasi di Boyolali kepada orang lain," bebernya.

Merujuk data dari Sistem Laporan Kunjungan Wisata (Sila Juwita) milik Disporapar Boyolali, destinasi wisata alam Selo tetap menjadi primadona.

Selain itu, wisata air seperti Umbul Sungsang di Kecamatan Banyudono, Umbul Tlatar di Kecamatan Boyolali, serta panorama di Kecamatan Teras juga mencatat kunjungan yang tinggi.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu yang mampu menarik sekitar 900 pengunjung per hari.

Dalam sepekan, destinasi ini dapat mencatat kunjungan hingga 3.000 orang.

Baca Juga: Bandara Adi Soemarmo Rencanakan Langkah Cerdas Menyambut Nataru 2024 dengan Kegiatan Ini

"WER Qolbu menjadi penyumbang kunjungan wisata terbanyak. Rata-rata kunjungan mencapai 900 orang per hari," ungkap Ning.

Meski pertumbuhan ini menggembirakan, Disporapar Boyolali menyoroti pentingnya pengembangan lebih lanjut, baik dalam hal infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Pelaku wisata diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan yang memuaskan dan menjaga kualitas destinasi.

Dengan promosi yang terus ditingkatkan dan pengelolaan destinasi yang lebih baik, Boyolali diharapkan mampu mempertahankan tren positif ini dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jateng. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #Primadona #destinasi #objek wisata #kujungan wisatawan