RADARSOLO.COM-Kunjungan wisatawan ke Boyolali mengalami lonjakan signifikan. Meningkat dua kali lipat pada 2024.
Salah satu faktor pendorong utama adalah kehadiran Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu yang baru dibuka pada awal Januari lalu dan kini memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Budi Prasetyaningsih mengatakan, WER Qolbu menjadi penyumbang terbesar PAD dari sektor pariwisata.
Hingga November 2024, pendapatan yang dihasilkan dari tempat wisata ini sudah mencapai lebih dari Rp 5 miliar.
"WER Qolbu itu penyumbang PAD terbesar di sektor wisata. Sampai November ini sudah mencapai lebih dari Rp 5 miliar," kata Budi, Jumat (6/12/2024).
Untuk meningkatkan kualitas kunjungan, Pemkab Boyolali terus melakukan perbaikan infrastruktur di lokasi wisata.
Tahun ini, ada beberapa penambahan fasilitas di WER Qolbu. Salah satunya adalah kamar mandi untuk mengakomodasi kunjungan yang semakin tinggi.
Selain itu, Pemkab juga menambah beberapa taman baru seperti taman kurma dan taman buah tin.
"Peningkatan fasilitas juga termasuk pemeliharaan miniatur-miniatur tempat ibadah. Kami juga merapikan pagar-pagar yang ada di sekitar pintu masuk dan menata taman-taman di sebelah timur yang akan segera dibuka," beber Budi.
Pengunjung WER Qolbu datang dari berbagai daerah. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, dan sekitarnya.
Untuk mendongkrak pariwisata, pemerintah daerah juga aktif mencari bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Tahun ini, Desa Kemasan, Kecamatan Sawit menerima bantuan untuk pengembangan desa wisata.
Diketahui, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Boyolali melesat.
Pada 2023, jumlah wisatawan tercatat sekitar 665 ribu orang. Namun, pada November 2024, jumlah tersebut telah mencapai 1,4 juta pengunjung.
"Kami terus mendorong promosi untuk meningkatkan jumlah wisatawan lebih banyak lagi," ujar Budi.
Dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung dan kontribusi besar dari WER Qolbu, Boyolali semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono