Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Enggan Kecolongan, Disdagperin Boyolali Pantau Ketat SPBE dan SPBU Jelang Libur Nataru

Ragil Listiyo • Selasa, 10 Desember 2024 | 23:53 WIB
Disdagperin Boyolali memperketat pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bulk Elpiji dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum jelang Nataru, Selasa (10/12/2024).
Disdagperin Boyolali memperketat pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bulk Elpiji dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum jelang Nataru, Selasa (10/12/2024).

RADARSOLO.COM-Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali memperketat pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Inspeksi dimulai di SPBU Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali dengan fokus pada pengecekan takaran bahan bakar.

Selanjutnya, tim bergeser ke SPBE PT Kaosa Rasmi Scada di Desa Kranggeneng, Kecamatan Boyolali, untuk menguji kuantitas 80 tabung gas LPG.

Pemantauan kemudian dilanjutkan di SPBU Langgeng Barokah, Kecamatan Mojosongo.

Pengawas Kemetrologian Ahli Pertama UPT Metrologi Legal Disdagperin Boyolali Anindya Sasmitha Pitutur menuturkan, kegiatan pengawasan telah dimulai sejak awal Desember.

Sidak dilakukan di jalur mudik dan jalan arteri utama Boyolali, termasuk wilayah Kecamatan Ampel hingga Teras.

“Hasil pengawasan menunjukkan semua takaran dan ukuran bahan bakar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Anindya, Selasa (10/12/2024).

Selain SPBU, pengawasan juga dilakukan di SPBE untuk memastikan berat gas LPG 3 kilogram sesuai dengan standar.

Sampel dari 80 tabung gas yang diuji di SPBE Karanggeneng menunjukkan hasil sesuai kuantitas yang diizinkan.

Tidak ditemukan pelanggaran atau kekurangan berat dari batas kesalahan yang diizinkan.

“Kami memastikan tidak ada barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) yang ditolak dalam pengujian. Pengawasan ini penting untuk melindungi masyarakat agar tidak dirugikan oleh kuantitas yang tidak sesuai,” tambah Anindya.

Baca Juga: Mulai Diusut Polisi, Belum Ada Calon Tersangka dalam Kasus Penyiksaan Anak Bawah Umur di Wonosegoro Boyolali

SBM VI Gas Yogyakarta Wahyu Purwatmo yang turut memantau pengawasan di SPBE Kaosa Rasmi Scada mengapresiasi langkah Disdagperin Boyolali.

Menurutnya, pengawasan ini adalah bagian dari fungsi kontrol yang rutin dilakukan.

“Pengawasan ini normal dan wajar, serta dilakukan secara berkala. Kami juga diaudit oleh pihak ketiga setiap tiga bulan untuk memastikan penyaluran gas LPG sesuai standar operasional prosedur (SOP),” kata Wahyu.

Ia berharap pengawasan yang intensif ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang mereka gunakan.

“Kami memastikan barang yang sampai ke masyarakat sudah sesuai ketentuan. Fungsi kontrol dari Pemda, Pertamina, dan pihak ketiga akan terus berjalan,” pungkas Wahyu. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#elpiji #SPBU #gas #SPBE #libur nataru