Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Boyolali Over Kuota LPG Subsidi, Tidak Perlu Panic Buying saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ragil Listiyo • Senin, 16 Desember 2024 | 00:49 WIB
Stok LPG di Boyolali dipastikan aman saat libur Natal dan Tahun Baru.
Stok LPG di Boyolali dipastikan aman saat libur Natal dan Tahun Baru.

RADARSOLO.COM-Pasokan tabung gas LPG di Boyolali dipastikan aman selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Namun, masyarakat diimbau untuk menggunakan gas subsidi sesuai peruntukannya dan tidak melakukan panic buying.

Saat ini, pasokan gas melon di Boyolali bahkan telah over kuota untuk mengantisipasi kebutuhan hingga pergantian tahun.

Koordinator SBM VI Gas Yogyakarta Wahyu Purwatmo menjelaskan, kuota gas LPG subsidi untuk Boyolali telah ditambah 1 persen dari kuota normal.

“Kuota Boyolali biasanya 40.629 metric ton. Hingga akhir tahun, kami realisasikan 49.761 metric ton, atau hampir 1 persen lebih banyak. Penambahan ini khusus untuk LPG subsidi, sedangkan non-subsidi tidak memiliki batasan,” kata Wahyu, Minggu (15/12/2024).

Wahyu menegaskan bahwa gas LPG subsidi kemasan 3 kilogram memiliki aturan peruntukan khusus.

“Masyarakat yang tidak berhak diimbau untuk beralih ke LPG non-subsidi. Golongan tidak mampu berhak membeli LPG 3 kilogram, dengan anjuran maksimal lima tabung per bulan sesuai arahan Dirjen Migas,” jelasnya.

LPG subsidi juga diperbolehkan untuk usaha mikro kecil (UMK), dengan batas maksimal 25 tabung per bulan.

Selain itu, delapan sektor usaha dilarang menggunakan LPG subsidi, yakni:

“Masyarakat diharapkan bijak dalam membeli LPG subsidi. Jangan panik dan membeli berlebihan. Pertamina memastikan pasokan tersedia, bahkan kondisi saat ini cenderung normal karena musim hujan mengurangi kebutuhan gas,” tambah Wahyu.

Harga eceran tertinggi (HET) LPG subsidi 3 kilogram di Boyolali tetap Rp 18 ribu per tabung, sesuai ketetapan Gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga: Kesatria Bengawan Solo Punya Persiapan Lebih Panjang Dibanding Tahun Lalu jelang IBL 2025

Harga ini berlaku di pangkalan resmi dan tidak berubah meskipun di hari libur.

Sementara, tabung LPG juga disalurkan oleh sub-penyalur seperti warung, dengan harga yang bervariasi.

Wahyu memastikan penyaluran LPG subsidi di Boyolali berjalan normal. Pendataan dan sampling di agen serta pangkalan menunjukkan ketersediaan barang mencukupi.

“Saat kami sampling, informasi dari agen dan pangkalan menunjukkan ketersediaan barang melimpah. Tapi sekali lagi, gunakan LPG 3 kilogram secara bijak,” tutup Wahyu. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#libur #Boyolali #distribusi #nataru #subsidi #panic buying #gas melon #lpg