RADARSOLO.COM - Tak pernah terbesit dibenak Didik Haryadi bisa duduk dikursi senayan. Anak pembuat sapu ijuk asal Dawar, Kecamatan Mojosongo itu mewakili Dapil V Jateng dan menjadi DPR RI.
Untuk memenuhi nazarnya, pria yang akrab disapa Didik Melon itu berjalan kaki dari depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta menuju ke kampung halamannya. Perjalanan panjang itu dimulai pada Rabu (1/1/2025) pagi.
"Sebetulnya saya sebelum terjun ke politik itu dulu pernah punya nazar. Ehh, barangkali suatu saat saya menjadi anggota DPR RI, saya nanti bisa terpilih saya bisa jalan kaki dari Senayan ke Boyolali," ungkap pria kelahiran 1976 itu.
Dia baru terjun ke dunia politik sejak tahun 2024. Nazar yang diujubkan dengan berjalan kaki ini sebagai bentuk komitmen. Terutama pada diri sendiri dan pada Tuhan atas kemudahan dalam pencapaikan hidupnya.
"Melakukan sesuatu yang ekstrim-pun saya lakukan sebagai bentuk terimakasih dan rasa syukur kepada Tuhan. Karena memang ekspresi ini tidak semua orang membayangkan, tapi saya melakukan ini sebagai komitmen diri sendiri dan Sang Pencipta," ungkapnya.
Didik menargetkan berjalan kaki sejauh 50 kilomter per harinya. Diprediksi dia akan memakan waktu hingga tiba di Boyolali sekira 11- 12 Januari. Kemudian pada malam harinya dia akan beristirahat di pos yang telah disiapkan.
Dalam melakukan aksinya tersebut, Didik juga menyiapkan tim medis untuk memantau kesehatannya.
Anggota DPR RI dari Dapil Jateng 5 yang mencakup wilayah Boyolali, Solo, Sukoharjo dan Klaten menambahkan bahwa nazarnya ini baru bisa dilaksanakan awal tahun ini. Lantaran sebelumnya masih banyak agenda kedewanan.
"Saya bersyukur bisa terpilih. Mudah- mudahan keberadaan saya bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
Didik sendiri berhasil meraup 74.750 suara di dapil yang sama dengan Puan Maharani. Dia resmi dilantik sebagai anggota DPR RI 2024-2029 pada 1 Oktober lalu.
"Ini (aksi jalan kaki) juga kado terindah pagi terindah bagi PDIP yang akan berulang tahun pada 10 Januari. Saya akan berjalan kaki mulai 1 Januari diperkirakan sampai Boyolali tanggal 12 Januari-lah," ujarnya.
Sebelum terpilih sebagai wakil rakyat, Didik Melon sudah mengenal arti berjuang dan bekerja keras sejak kecil.
Lahir dan besar di keluarga perajin sapu rayung memaksanya untuk terbiasa membantu orang tuanya di rumah.
Hampir setiap hari, sepulang sekolah, Didik membantu kefua orangtuanya membuat sapu rayung.
Dia juga mengemban tugas untuk mencaru rumput pakan ternak. Semangat kerja tinggi itulah yang mengantarnya sukses bereirausaha dibidang besi.
"Perjalanan jalan kaki dari Jakarta ke Boyolali ini adalah bentuk komitmen saya kepada masyarakat, bahwa saya siap memperjuangkan aspirasi konstituen meski pada prosesnya tidaklah mudah. Menjadi Anggota DPR tentu memilki keinginan besar dalam mengawal aspirasi rakyat demi terwujudnya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya. (rgl)