RADARSOLO.COM-Jalur Boyolali-Selo-Jrakah kembali menjadi perhatian serius pemerintah.
Itu menyusul sejumlah truk besar bermuatan di atas 10 ton kesulitan menanjak di rute tersebut.
Kejadian terbaru pada akhir 2024, di mana dua truk tronton mogok di tikungan Irung Petruk, Kecamatan Cepogo, menimbulkan kemacetan panjang hingga tiga kilometer.
Dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAC) yang digelar di Kantor Kecamatan Cepogo, Kamis (16/1/2025), Dishub Provinsi Jateng, Dishub, DPUPR, dan Satlantas Polres Boyolali sepakat melarang kendaraan bermuatan lebih dari 10 ton melintasi jalur tersebut.
“Mulai sekarang, kendaraan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) maksimum 10 ton saja yang diizinkan melintas. Lebih dari itu, tidak diperbolehkan,” tegas Kabid Lalu Lintas Dishub Provinsi Jateng Erry Derima Ryanto.
Sebagai tindak lanjut, Dishub akan memasang rambu larangan di empat lokasi strategis sebelum Lebaran.
Lokasi tersebut meliputi:
- Simpang empat Surowedanan, Boyolali.
- Barat SPBU Desa Jelok.
- Alun-alun Pancasila, Kecamatan Cepogo.
- Perbatasan Desa Jrakah, Kecamatan Selo.
“Rambu ini diharapkan mengurangi tingkat fatalitas kecelakaan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur Boyolali-Selo-Jrakah hingga perbatasan Magelang,” ungkap Erry.
Dia juga menyebut bahwa banyak pengemudi truk diarahkan oleh Google Maps ke jalur Selo, yang dianggap terpendek.
Padahal jalur tersebut berkelok dan menanjak, sehingga berisiko tinggi bagi kendaraan besar.
Dishub Provinsi Jateng akan berkomunikasi dengan Google Indonesia agar jalur ini ditandai sebagai rute yang tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar.
Kepala Dishub Boyolali Arif Wardiyanta menuturkan, rencana untuk meningkatkan status jalan menjadi kelas 2.
Hanya kendaraan dengan beban di bawah 10 ton yang diperbolehkan melintas.
Dia juga berharap pengguna jalan mematuhi aturan ini demi keselamatan.
“Kejadian akhir tahun lalu menunjukkan perlunya pengaturan lebih ketat. Truk besar yang mogok menyebabkan kemacetan hingga ke Pasar Sayur Cepogo, memakan waktu seharian untuk evakuasi,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Dishub dan Satlantas Polres Boyolali telah memasang rambu sementara di sejumlah titik.
Usai rapat, personel gabungan langsung mengecek lokasi pemasangan rambu permanen, termasuk di Alun-alun Pancasila dan perbatasan Desa Jrakah dengan Magelang.
“Kami berharap langkah ini dapat mengurangi potensi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur ini,” tandas Erry. (rgl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono