Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Boyolali Tinggi, tapi Ada Catatannya

Ragil Listiyo • Sabtu, 18 Januari 2025 | 01:04 WIB
KPU Boyolali menggelar refleksi tahapan Pilkada Serentak 2024, Jumat (17/1/2025).
KPU Boyolali menggelar refleksi tahapan Pilkada Serentak 2024, Jumat (17/1/2025).

RADARSOLO.COM- Sembari menunggu jadwal pelantikan bupati-wakil bupati Boyolali terpilih dari Kemendagri, KPU Boyolali menggelar evaluasi tahapan Pilkada Serentak 2024.

Refleksi ini menyoroti tingkat partisipasi masyarakat, dinamika pemilih, dan tantangan sosialisasi calon.

Komisioner KPU Boyolali Nyuwardi mengungkapkan, pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 berdekatan dengan Pemilu 2024.

Hal tersebut berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat. Namun, tingkat partisipasi pemilih Boyolali tetap di atas rata-rata nasional.

"Secara nasional, tingkat partisipasi pemilih mencapai 72 persen. Sementara di Boyolali, tingkat partisipasi Pilgub mencapai 85,37 persen dan Pilbup 85,32 persen," jelas Nyuwardi pada kegiatan refleksi, Jumat (17/1/2025).

Data KPU menunjukkan pemilih Boyolali didominasi oleh generasi muda.

Pemilih Gen Z (usia 17-27 tahun) mencapai 20,65 persen atau 171.431 orang.

Sedangkan generasi milenial (usia 28-43 tahun) menjadi kelompok terbesar dengan 31 persen atau 257.272 orang.

Meski partisipasi pemilih tinggi, popularitas calon bupati dinilai minim, menjadi salah satu tantangan utama dalam Pilkada Serentak 2024.

"Sebelum Pilkada, belum banyak masyarakat yang mengenal calon-calon tersebut, kecuali kalangan elit. Ini memengaruhi tingkat partisipasi," tambah Nyuwardi.

Ketua KPU Boyolali Maya Yudayanti mengapresiasi capaian tingkat partisipasi pemilih yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Baca Juga: Hilang Sehari, Warga Sewurejo Mojogedang Ditemukan Meninggal di Hutan Karet: Ini Hasil Penyelidikan Polres Karanganyar

Meskipun terjadi sedikit penurunan partisipasi pemilih dibandingkan Pilkada 2020.

"Angka 85 persen ini sudah sangat baik. Jika dibandingkan kabupaten lain, Boyolali masih unggul," ujarnya.

Keberhasilan lainnya adalah nihilnya pemungutan suara ulang (PSU).

Pada Pemilu 2024, Boyolali mencatat 6 kasus PSU.

Namun dalam Pilkada Serentak 2024, tidak ada satu pun kasus PSU.

Maya menyebut hal ini didukung oleh jumlah surat suara yang lebih sedikit dan desain yang lebih mudah dipahami.

Evaluasi ini menjadi landasan KPU Boyolali untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilkada mendatang, dengan fokus pada sosialisasi calon dan peningkatan partisipasi pemilih dari generasi muda. (rgl/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#evaluasi #partisipasi pemilih #pilkada #kpu boyolali