RADARSOLO.COM-Minat warga Boyolali untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang, terus meningkat.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah-sekolah mulai menyediakan ekstrakurikuler bahasa asing.
Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali berperan aktif dalam memfasilitasi penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.
Sekretaris Dinkopnaker Boyolali, Sutrisno, menjelaskan bahwa program persiapan tenaga kerja ke luar negeri telah berjalan sejak 2024 dan mendapat respons positif.
"Kabupaten Boyolali sudah melaksanakan seleksi magang ke Jepang. Seleksi tersebut berlangsung pada Desember 2024 dan berjalan lancar. Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Medan hingga Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar Sutrisno, Kamis (30/1).
Dinkopnaker Boyolali juga membuka layanan bagi masyarakat yang berminat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Saat ini, tiga negara tujuan utama yang menjadi prioritas adalah Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, dengan beberapa negara lain yang juga menjadi alternatif.
"Kami mendukung sepenuhnya lembaga pelatihan kerja dan perusahaan yang bergerak di bidang penempatan tenaga kerja luar negeri. Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal," tambahnya.
Selain dukungan dari pemerintah, sekolah-sekolah di Boyolali juga berperan dalam membekali siswa agar siap bekerja di luar negeri.
Kepala SMKN 1 Boyolali Agus Margono menjelaskan, sekolahnya menyediakan lab bahasa yang digunakan dalam ekstrakurikuler bahasa asing.
"Kami mengembangkan dua ekstrakurikuler, yakni bahasa Jerman dan bahasa Jepang," terangnya.
Baca Juga: Karena Faktor Ini Penyelesaian GOR Indoor Manahan Kembali Terkendala
"Rencananya, kami juga akan membuka ekstrakurikuler bahasa Korea. Saat ini, kami sedang melatih beberapa guru agar bisa mengajarkan bahasa tersebut," imbuh dia.
Para siswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan pelatihan bahasa sebelum mengikuti tes sertifikasi sebagai syarat bekerja di luar negeri.
Sekolah juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Boyolali untuk membantu proses seleksi.
"Terakhir, kami mengirim 25 siswa magang ke Jepang. Seleksi sangat ketat, dengan total pendaftar mencapai 220 orang. Banyak alumnus kami yang kini sukses bekerja di luar negeri," pungkasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono