Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Laka Karambol Libatkan 4 Kendaraan di Perempatan Randu, Cepogo, Warga Minta ada Traffic Light

Ragil Listiyo • Kamis, 6 Februari 2025 | 18:51 WIB
Polisi bersama warga meninjau lokasi  kecelakaan beruntun di perempatan Dusun Randu, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo pada Kamis (6/2/2025) pagi.
Polisi bersama warga meninjau lokasi kecelakaan beruntun di perempatan Dusun Randu, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo pada Kamis (6/2/2025) pagi.

RADARSOLO.COM - Kecelakaan beruntun melibatkan empat motor terjadi di perempatan Dusun Randu, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo pada Kamis (6/2/2025) pagi.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB saat kondisi lalu lintas cukup padat.

Warga meminta agar dinas terkait memasang lampu merah atau petugas yang membantu mengatur lalu lintas.

Informasi yang dihimpun Radar Solo Jawa Pos, kejadian laka lantas itu bermula saat tiga sepeda motor yang dikendarai siswa sekolah melaju dari arah barat menuju timur atau arah Cepogo ke Boyolali.

Di saat yang bersamaan, warga Desa Jelok hendak menyebrang jalan dari arah selatan ke utara.

Sesampainya di perempatan Randu, sepeda motor anak sekolah itu menabrak sepeda motor yang menyebrang.

Dua sepeda motor lain di belakangnya gagal mengerem dan ikut menabrak. Hingga empat sepeda motor terseret beberapa meter dan berhenti di bawah tiang telepon.

Polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Sedangkan empat pengendara motor mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ketua Paguyuban Penyebrangan Dusun Randu, Desa Jelok, Puji, mengatakan bahwa kondisi empat sepeda motor itu sama kencangnya.

Tidak pungkiri, tiap jam berangkat sekolah jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) itu memang padat.

"Yang dari arah barat itu motornya tiga, anak sekolah semua. Lalu nabrak Pak Patin (korban) yang mau menyebrang. Jadi numpuk-numpuk motornya, karena mengerem udah gak sampai," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa kejadian laka lantas di lokasi tersebut kerap terjadi. Terutama di jam rawan seperti berangkat sekolah atau kerja pabrik. Belum lagi saat pasaran Pahing saat Pasar Hewan Jelok dibuka dan jadwal pulang pabrik.

"Kejadian kecelakaan ini sering terjadi. Ya kami minta pemerintah biar dikasih lampu merah atau paling gak ya ada petugas yang jaga gitu. Kalau kami kan, paling gotong royong jaga jalan pas pasaran pasar hewan tiap Pahing. Padahal tiap pagi dan sore pulang kerja di sini crowded terus," harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Arif Wardiyanta menanggapi soal permintaan warga tersebut.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan asesment terlebih dahulu.

"Nanti coba akan kita asessment. Untuk kaitan TL (Traffic Light) mungkin warga melalui kades bisa bersurat ke Dishub agar ada pemasangan TL. Karena ini jalan provinsi yang menangani, nanti akan kita teruskan ke Dinas provinsi," terangnya. (rgl)

Editor : Damianus Bram
#lampu merah #Boyolali #traffic light #laka karambol #kecelakaan beruntun #cepogo