Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkab Boyolali Kehilangan DAK, Perbaikan Jalan Ngaren-Wonoharjo di Kemusu Boyolali Tinggal Harapan

Ragil Listiyo • Jumat, 14 Februari 2025 | 01:42 WIB
Proyek perbaikan Jalan Ngaren-Wonoharjo di Kecamatan Kemusu terpaksa batal direalisasikan tahun ini.
Proyek perbaikan Jalan Ngaren-Wonoharjo di Kecamatan Kemusu terpaksa batal direalisasikan tahun ini.

RADARSOLO.COM-Pemangkasan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat berimbas pada pembangunan jalan di daerah.

Di Boyolali, proyek perbaikan Jalan Ngaren-Wonoharjo di Kecamatan Kemusu terpaksa batal direalisasikan tahun ini.

Padahal, jalan rusak tersebut sebelumnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur.

Pemangkasan anggaran ini dilakukan dalam rangka efisiensi belanja negara.

Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Salah satu elemen yang terkena dampaknya adalah dana transfer ke daerah (TKD).

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Joko Prasetyo menjelaskan, pihaknya selalu mengajukan DAK fisik tiap tahunnya, termasuk pada 2025.

Tahun ini, DAK rencananya dialokasikan untuk penanganan long segment Jalan Ngaren-Wonoharjo.

"Pagu anggaran pembangunan jalan itu sebesar Rp20,02 miliar. Panjang jalan yang akan diperbaiki mencapai 4,23 kilometer," paparnya.

Namun, munculnya Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Rincian Alokasi TKD Tahun Anggaran 2025, mengakibatkan alokasi anggaran infrastruktur Boyolali menjadi nol.

"Kabupaten Boyolali, khususnya infrastruktur bidang pekerjaan umum, kini tidak mendapatkan alokasi anggaran sama sekali," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Wonogiri Terapkan Efisiensi Anggaran, Apakah Pencetakan e-KTP Terdampak?

Sebelumnya, Sekda Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani membenarkan bahwa pemangkasan DAK berdampak pada beberapa program pembangunan di Boyolali.

Sektor yang terdampak paling besar adalah Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) dengan total anggaran yang dipangkas mencapai Rp23 miliar.

"Ada DAK yang menyangkut Bina Marga hampir Rp20 miliar yang hilang. Kemudian DAK untuk Sumber Daya Air sekitar Rp3 miliar lebih juga ikut terkena dampak pemangkasan," terangnya.

Dengan hilangnya alokasi DAK infrastruktur, beberapa proyek prioritas di Boyolali harus ditunda.

Termasuk perbaikan jalan Ngaren-Wonoharjo, yang sudah lama dikeluhkan warga. (rgl/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#perbaikan jalan #efisiensi #dak #dipangkas #Pemkab Boyolali #anggaran