RADARSOLO.COM-Harga berbagai kebutuhan pokok di Boyolali mulai mengalami kenaikan menjelang bulan Ruwah (penanggalan Jawa) dan Ramadhan.
Tradisi Sadranan dan Punggahan yang rutin dilakukan masyarakat lereng Merapi-Merbabu, menjadi salah satu faktor yang meningkatkan permintaan bahan pangan.
Sadranan identik dengan bersih makam dan open house dengan berbagai hidangan.
Sedangkan Punggahan dilakukan dengan membagikan tumpeng dan lauk pauk kepada tetangga sebagai bentuk doa untuk leluhur yang telah meninggal dunia.
Akibat meningkatnya permintaan, harga sejumlah kebutuhan pokok naik bervariasi mulai dari Rp500 hingga belasan ribu rupiah.
Penjual sembako di Pasar Boyolali Heni Nila Sari mengungkapkan, harga beras mengalami kenaikan secara bertahap sejak sebulan terakhir.
"Harga beras naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 15.000 per kilogram. Minyak goreng juga naik sejak tiga hari lalu, dari Rp 18.000 menjadi Rp 19.000 per liter," kata Heni, Kamis (13/2/2025).
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lainnya, seperti:
✔ Bawang putih: Dari Rp 40.000 menjadi Rp 41.000 per kg
✔ Telur ayam: Dari Rp 25.000 menjadi Rp 26.500 per kg
✔ Gula pasir: Naik menjadi Rp 18.000 per kg
✔ Minyak goreng kemasan hemat: Naik menjadi Rp 19.000 per liter (900 ml, bukan 1 liter)
Baca Juga: Pemkab Boyolali Kehilangan DAK, Perbaikan Jalan Ngaren-Wonoharjo di Kemusu Boyolali Tinggal Harapan
Harga Sayur dan Cabai Juga Terkerek Naik
Pedagang bumbu dapur, Heri Widiyanto, menambahkan bahwa harga cabai masih relatif stabil, namun beberapa jenis sayur mengalami lonjakan signifikan:
✔ Cabai keriting: Stabil di Rp 60.000 per kg
✔ Cabai merah besar: Rp 65.000 per kg
✔ Cabai merah keriting: Rp 40.000 per kg
✔ Bawang merah: Dari Rp 35.000 menjadi Rp 38.000 per kg
✔ Bawang putih: Dari Rp 42.000 menjadi Rp 45.000 per kg
✔ Wortel: Dari Rp 10.000 melonjak menjadi Rp 18.000 per kg
Sementara itu, ada beberapa harga komoditas yang justru mengalami penurunan, seperti:
✔ Tomat: Dari Rp 15.000 turun menjadi Rp 12.000 per kg
Heni dan Heri sepakat, bahwa kenaikan harga ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan menjelang tradisi Ruwahan dan persiapan Ramadhan.
Masyarakat diimbau lebih bijak dalam berbelanja dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan puasa. (rgl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono