RADARSOLO.COM – Bupati Boyolali Agus Irawan dan Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana resmi dilantik dan siap menjalankan berbagai program unggulan untuk membawa Boyolali lebih maju, nyaman, dan berdaya saing.
Salah satu gebrakan pertama yang mereka canangkan adalah reformasi birokrasi, terutama dalam penataan ASN dan perangkat desa agar lebih profesional serta memberikan kenyamanan bagi pegawai pemerintah.
"Tentunya, kami akan memberikan kenyamanan di kalangan ASN, terutama mereka yang bekerja jauh dari rumah. Kami pertimbangkan penempatan yang sesuai dengan domisili agar mereka bisa bekerja lebih nyaman dan profesional," ujar Agus Irawan, Rabu (19/2/2025).
Selain reformasi birokrasi, pasangan Agus-Dwi Fajar juga menegaskan komitmen mereka dalam mewujudkan Boyolali yang maju, ramah investasi, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Visi dan Misi: Boyolali Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kepemimpinannya selama lima tahun ke depan, Agus-Dwi Fajar mengusung visi besar, yakni Mewujudkan perubahan Boyolali yang maju, nyaman dihuni, berdaya saing, dan ramah investasi menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk merealisasikan visi ini, mereka telah menyusun lima misi utama
Pertama, mewujudkan sumber daya manusia unggul, sehat, cerdas dan berjiwa Pancasila.
Kedua, mewujudkan pembangunan infrastruktur guna pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah.
Ketiga, meningkatkan daya saing ekonomi daerah yang inklusif, berbasis pitensi unggulan dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan.
Keempat, mewujudkan pemerintahan demokratis dengan dukungan aparatur profesional, berintegritas, responsif dan inovatif.
Kelima, mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan
17 Program Prioritas untuk Boyolali
Sebagai bagian dari implementasi visi-misi tersebut, Agus-Dwi Fajar telah menyiapkan 17 program unggulan, di antaranya:
- Reformasi birokrasi melalui penataan ASN (guru, tenaga kesehatan, dll.) berdasarkan domisili serta pengisian perangkat desa yang profesional, bersih, dan transparan.
- Peningkatan investasi dengan kemudahan perizinan serta insentif bagi sektor usaha.
- Pembangunan berbasis desa dan digitalisasi desa, termasuk peningkatan penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa.
- Program beasiswa satu desa dua sarjana bagi warga kurang mampu yang berprestasi.
- Penyediaan rumah layak huni dan peningkatan infrastruktur di wilayah perbatasan serta daerah tertinggal.
- Pembangunan sistem irigasi pertanian, ketersediaan air bersih, serta kemudahan akses pupuk bagi petani.
- Insentif bagi kader PKK desa, kader posyandu, dan organisasi keagamaan.
- Dukungan untuk olahraga dan pemuda, termasuk sekolah khusus olahraga, penguatan KONI, serta penghargaan bagi atlet berprestasi.
- Layanan kesehatan lebih maksimal, dengan puskesmas rawat inap dan layanan ambulans gratis 24 jam.
- Peningkatan layanan pemadam kebakaran di lima eks kawedanan.
- Insentif bagi guru madrasah diniyah (Madin), TPA, PAUD, serta sekolah minggu.
- Dukungan bagi UMKM, kelompok tani, dan penyandang disabilitas, dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa bunga hingga Rp 10 juta.
- Pengembangan industri kreatif dan pariwisata berbasis budaya, dengan event berskala internasional.
- Peningkatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan di setiap kecamatan.
- Mendukung penuh program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo-Gibran.
"Kami akan bekerja keras agar semua program ini berjalan dengan baik, sesuai janji kampanye kami kepada masyarakat Boyolali," tegas Agus Irawan.
Dalam perjalanannya, Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana berkomitmen untuk mendengar aspirasi masyarakat serta menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan inovatif.
Dengan reformasi birokrasi, dorongan investasi, serta fokus pada kesejahteraan masyarakat, Boyolali diharapkan akan berkembang pesat menuju kota yang lebih maju, berdaya saing, dan inklusif. (rgl/adi)
Editor : Damianus Bram