Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menteri Wihaji: Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil Akan Digelontorkan di Boyolali

Ragil Listiyo • Selasa, 25 Februari 2025 | 01:46 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Boyolali, Senin (24/2/2025).
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Boyolali, Senin (24/2/2025).

RADARSOLO.COM-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Boyolali, Senin (24/2/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wihaji meninjau daycare atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), mendatangi anak dengan kondisi stunting, serta meninjau pelaksanaan Gerakan Pemberian Bantuan Keluarga Berisiko Stunting (Genting).

Di Daycare Pertiwi Ngaru-Aru, Banyudono, Wihaji berinteraksi dengan anak balita dan para pengasuh, serta berdialog mengenai manajemen daycare.

Ia menilai fasilitas ini sangat terjangkau, dengan biaya hanya Rp 15 ribu per hari dan melayani 49 anak.

Setelah itu, Wihaji mengunjungi anak dengan kondisi stunting di Rejodani, Kecamatan Teras, serta berdialog dengan ibu hamil berisiko stunting.

Wihaji mengonfirmasi bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita telah mulai berjalan.

Namun, implementasinya masih bertahap dan belum merata di seluruh daerah.

"Program ini sudah mulai, tetapi baru di beberapa kota. Tahap demi tahap akan kami perluas," ujarnya.

Wihajji menegaskan, koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terus dilakukan untuk mempercepat realisasi MBG bagi ibu hamil, menyusui, dan balita di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, alokasi MBG untuk ibu hamil mencapai 10 persen, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

"Saya sudah koordinasi dengan Kepala BGN, Prof. Dadan. Beberapa daerah seperti Kota Bogor dan Kabupaten Bandung sudah berjalan. Selanjutnya, saya akan ke Madiun dan di Boyolali ini juga akan saya koordinasikan," jelasnya.

Baca Juga: Tragis! Laka Beruntun Tewaskan 2 Pemotor di Simpang Tiga Ngaglik Bendosari Sukoharjo

Program MBG untuk ibu hamil dan balita memiliki kesamaan konsep dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN untuk sekolah-sekolah.

Namun dengan menu yang disesuaikan serta pendampingan ahli gizi.

"SPPG-nya sama, hanya menunya nanti disesuaikan. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan mendapatkan asupan nutrisi yang diawasi oleh ahli gizi," terangnya.

Selain MBG, Wihaji juga menyoroti Gerakan Pemberian Bantuan Keluarga Berisiko Stunting (Genting).

Program ini melibatkan pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, serta perseorangan untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting (KRS).

Orang tua asuh bertanggung jawab memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, serta menyediakan air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, dan edukasi kesehatan guna mencegah bayi lahir dalam kondisi stunting.

"Kebutuhan utama program ini adalah nutrisi bagi ibu hamil. Setiap harinya, kami alokasikan Rp 15 ribu per hari untuk mendukung 1.000 hari pertama kehidupan," ungkap Wihaji.

Saat kunjungannya ke Desa Randusari, Kecamatan Teras, Wihaji bertemu dengan dua penerima manfaat Gerakan Genting, yaitu:

Bayi usia 2 tahun yang mengalami stunting dan ibu hamil dengan risiko melahirkan anak stunting

Program ini menargetkan penanganan 1 juta bayi stunting. Hingga bulan ini, 34 ribu anak di Indonesia telah mendapatkan bantuan dari program ini.

Berdasarkan data, prevalensi stunting di Indonesia saat ini berada di 21,5 persen, sementara di Jawa Tengah masih cukup tinggi, yaitu 20,8 persen.

Meski begitu, di Boyolali, angka stunting dinilai cukup terkendali, dengan hanya delapan kasus yang terlaporkan.

"Menyelamatkan satu anak sama dengan menyelamatkan satu generasi. Kita tidak tahu takdir seseorang, tetapi kita berharap mereka tumbuh menjadi generasi emas penerus bangsa," imbuhnya.

Baca Juga: Hasil Akhir Persebi Boyolali vs Persip Pekalongan, Semifinal Liga 4 Jateng Leg Kedua: Noka Bhirawa dkk Menang Agregat Cukup Telak

Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 18 persen pada tahun ini, sesuai dengan arahan Bappenas.

"Harapan kami bisa lebih baik dari target tersebut. Kita akan terus berikhtiar," tandasnya. (rgl/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #ibu hamil #Mbg #Makan Bergizi Gratis #wihaji