RADARSOLO.COM-Kabar duka datang dari dunia olahraga Taekwondo Jawa Tengah.
Agil Tri Nugroho, 16, atlet Taekwondo dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, meninggal dunia di sela latihan, Rabu (5/3/2025).
Pemuda asal Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, tersebut dinyatakan meninggal di RS Primaya Hospital Semarang.
Daliman, 48, dan Suprapti, orang tua Agil tak menyangka anaknya meninggal dunia.
Sebab saat berangkat latihan masih dalam kondisi sehat.
"Awalnya kami tidak curiga apa-apa. Pelatihnya hanya meminta kami segera ke Semarang. Saya dan istri langsung berangkat naik motor malam itu juga," terang Daliman, Selasa (11/3).
"Sampai di rumah sakit, pelatih menggandeng saya ke anak saya, dan saya langsung lemas saat tahu Agil sudah meninggal," lanjutnya.
Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari rumah sakit, Agil diduga meninggal akibat dehidrasi.
Menurut laporan pelatih PPLOP, tiga atlet sempat pingsan saat latihan sore itu, termasuk Agil.
Namun, dua atlet lainnya sadar setelah mendapat tepukan di pipi, sementara Agil tetap tak sadarkan diri.
Agil segera mendapatkan perawatan di klinik PPLOP sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit dan berujung meninggal dunia.
Baca Juga: Eks Pekerja Terbelunggu Janji Pemerintah soal Bisa Segera Bekerja Lagi di Sritex?
Keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti detail program latihan yang dijalani Agil selama di PPLOP.
Daliman menegaskan bahwa putranya tidak memiliki riwayat penyakit apapun dan masuk ke PPLOP dalam kondisi sehat, sebagaimana syarat yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Anak saya sehat, tidak punya riwayat penyakit apa pun. Sebagai atlet, fisiknya harus kuat. Agil juga sudah terdaftar di Kemenpora," tambahnya.
Semetara itu, Didik Kusni Wibowo, paman Agil mengaku sempat mengecek kondisi jenazah.
"Kebetulan saya yang memandikan jenazah. Memang tidak ada luka lebam sama sekali," ungkapnya.
Didik juga menyampaikan bahwa keluarga sudah ikhlas dan tidak ingin menuntut apapun terkait kejadian ini.
"Kami tidak mau menuntut apa pun. Sudah ikhlas, mungkin ini memang sudah jalannya dari Allah. Kami hanya berharap ini yang terbaik untuk Agil," ujarnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono