Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sanggar Turonggo Seto, Warisan Tari Pangeran Diponegoro di Lereng Merbabu Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 16 Maret 2025 | 23:40 WIB
Suharmin, Ketua Sanggar Tari Turonggo Seto, di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali.
Suharmin, Ketua Sanggar Tari Turonggo Seto, di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali.

RADARSOLO.COM-Sanggar Tari Turonggo Seto di Desa Samiran, Kecamatan Selo, menjadi satu-satunya sanggar tari di Kabupaten Boyolali yang berfokus melestarikan Tari Turonggo Seto.

Yakni tarian khas lereng Gunung Merbabu.

Menurut Suharmin, Ketua Sanggar Tari Turonggo Seto, tarian ini diangkat dari kisah perjuangan Pangeran Diponegoro, yang digambarkan melalui kuda putih tunggangannya.

“Tari Turonggo Seto melambangkan kuda putih Pangeran Diponegoro yang gagah dan berani,” jelas Suharmin, Sabtu (16/3/2025).

Sanggar Tari Turonggo Seto didirikan oleh Ki Karyo Mejo pada 1 Januari 1956.

Sanggar ini bertahan di tengah tantangan zaman, terutama saat seni tradisional Boyolali hampir punah di era 1990-an.

“Tahun 90-an sangat sulit mencari kelompok seni di Kecamatan Selo. Itu menjadi alasan mengapa sanggar ini harus tetap berdiri untuk melestarikan budaya lokal,” ungkap Suharmin, yang merupakan generasi ketiga penerus sanggar ini.

Tari Turonggo Seto merupakan tarian kreasi baru yang menggabungkan beberapa unsur tarian tradisional, seperti:

✔ Wirengan

✔ Gindrungan

✔ Sorengan

✔ Turonggo Kencono

Baca Juga: Perusahaan Wajib Bayar THR Sebelum Lebaran, Disnaker Wonogiri Buka Posko Aduan

“Dari berbagai elemen itu, kami menciptakan satu tarian khas yang disebut Turonggo Seto,” tambahnya.

Saat ini, Sanggar Tari Turonggo Seto memiliki sekitar 40 anggota, mulai dari anak-anak TK hingga orang dewasa.

Tak hanya melatih penari lokal, Suharmin dan timnya juga diminta mengajar tarian di berbagai daerah, termasuk Lampung dan Kalimantan, yang berencana membangun sanggar tetapi belum memiliki pelatih.

Di masa kejayaannya, Sanggar Tari Turonggo Seto sering tampil di berbagai kota, seperti Solo, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Pulau Dewata, Bali.

Bahkan, sanggar ini menjadi objek penelitian dari berbagai instansi yang tertarik dengan keunikan Tari Turonggo Seto.

Berkat dedikasi Sanggar Tari Turonggo Seto dalam menjaga tradisi, tarian ini telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak tahun 2016.

“Kami bangga bisa membawa budaya lokal Boyolali ke tingkat dunia. Semoga seni tradisional ini terus lestari di tengah kemajuan zaman,” tutup Suharmin. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #pangeran diponegoro #Sanggar Turonggo Seto #lereng merbabu #tari