RADARSOLO.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali memastikan akan mulai memperbaiki jembatan penghubung Desa Mliwis dan Desa Cabean Kunti pada pertengahan April 2025.
Jembatan Dukuh Kepil di ruas jalan Mliwis-Balong ini mengalami kerusakan parah akibat longsor yang terjadi pada akhir Februari lalu.
Ambrolnya jembatan tersebut membuat akses utama warga terganggu, terutama bagi mereka yang hendak menuju Boyolali Kota.
Kepala DPUPR Boyolali, Ahmad Gojali, mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi pada sisi barat-selatan jembatan.
"Jembatan awalnya memiliki panjang 5,2 meter, lebar 3,8 meter, dan kedalaman struktur 5 meter. Namun, kerusakan meluas hingga 7 meter dengan lebar longsoran 2,5 meter dan ketinggian longsoran 2,5 meter," jelas Gojali, Senin (17/3/2025).
Kerusakan ini berpotensi mengganggu kestabilan struktur jalan dan jembatan, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Oleh karena itu, DPUPR akan melakukan perbaikan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca agar proses konstruksi berjalan lancar tanpa risiko teknis akibat musim penghujan.
Menurut Gojali, perbaikan jembatan akan dibiayai melalui anggaran URC Jembatan 2025 dengan estimasi Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.
"Perbaikan akan dimulai pada pertengahan April mendatang," tambahnya.
Meski dalam kondisi rusak, warga sekitar masih menggunakan jembatan ini untuk beraktivitas sehari-hari.
Untuk mencegah kecelakaan, pemerintah telah memasang pita kuning dan barrier sebagai tanda peringatan.
Nanang (36), warga Desa Cabean Kunti, mengatakan bahwa jembatan Kepil merupakan akses penting bagi warga yang ingin menuju Boyolali Kota.
"Jika harus memutar melalui jalur utara, jarak tempuh bisa bertambah hingga 3 kilometer. Biasanya perjalanan ke Boyolali Kota hanya 25 menit, sekarang bisa sampai satu jam karena harus memutar lewat Karanggondang," keluhnya.
Sementara itu, warga lainnya, Suparto, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan semakin parah seiring tingginya curah hujan.
"Hujan deras membuat debit air meningkat dan menggerus pondasi jembatan. Setelah longsor 7 meter, kini retakan mulai terlihat di kiri dan kanan bagian yang ambrol. Kami berharap perbaikan segera dilakukan," harap Suparto.
Jembatan ini sudah berusia 25 tahun dan awalnya dibangun menggunakan dana desa. Kini, statusnya telah meningkat menjadi jalan kabupaten, sehingga perbaikannya akan ditangani oleh Pemkab Boyolali.
Masyarakat diminta bersabar hingga perbaikan dimulai pada April 2025. Dengan perbaikan ini, diharapkan akses utama warga kembali normal dan lebih aman untuk digunakan. (fid)
Editor : Damianus Bram