Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dinas Ketahanan Pangan Boyolali Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 20 Maret 2025 | 23:03 WIB

Para warga antusias membeli sembako di Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali, Kamis (20/3/2025).
Para warga antusias membeli sembako di Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali, Kamis (20/3/2025).
 

RADARSOLO.COM - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di halaman kantor Dinas, pada Kamis (20/3/2025).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, mengatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Menurut Bambang, GPM bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Beberapa komoditas yang ditawarkan meliputi beras, telur, cabai, bawang, minyak, gula, dan lain-lain.

"Kita bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan produsen beras untuk menyediakan fasilitasi distribusi, atau fasdis," jelas Bambang.

Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan sekitar 3 ton beras medium, 1,5 ton beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan), dan 2 ton telur untuk acara tersebut.

Harga yang ditawarkan juga sangat kompetitif, dengan beras organik dijual Rp 65 ribu per 5 kilo, telur Rp 23 ribu per kilo, dan gula bulog Rp 17.500 per kilo.

"Kami memberikan batasan pembelian untuk mencegah penjualan kembali. Misalnya, untuk beras medium maksimal 2 pack dan telur 3 kilo per orang, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran kepada konsumen rumah tangga," tambah Bambang.

Salah satu pengunjung GPM, Ratna Dewi (48), menyatakan kegembiraannya dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah. "

Saya senang sekali karena bisa membeli kebutuhan dengan harga yang lebih murah dibanding pasar. Misalnya, telur di sini hanya Rp 23 ribu, sementara di pasaran Rp 27 ribu," kata Ratna.

Dinas berharap bahwa kegiatan ini bisa mencegah panic buying dan menstabilkan harga pangan di daerah. GPM dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari Kamis hingga Jumat (21/3/2025). (fid)

Editor : Damianus Bram
#Boyolali #Gerakan Pangan Murah #dinas ketahanan pangan #Sembako