RADARSOLO.COM – Puluhan ton ikan nila milik petani keramba di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, mati mendadak pada Kamis (20/3/2025).
Ribuan bangkai ikan menumpuk di tepi waduk, menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Boyolali, Nurul Nugroho, menjelaskan bahwa kematian massal ikan ini disebabkan oleh fenomena upwelling, yaitu naiknya massa air dari dasar waduk ke permukaan.
"Fenomena ini membawa sisa pakan dan endapan kotoran dari dasar waduk yang mengandung gas beracun seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan metana. Gas-gas ini menyebabkan keracunan massal pada ikan," jelas Nugroho, Jumat (21/3/2025).
Menurutnya, upwelling dipicu oleh kondisi cuaca mendung tanpa angin, sehingga air hangat di permukaan tidak tercampur dengan air dingin di dasar. Akibatnya, air dari dasar naik ke atas dan memicu kematian ikan.
Uniknya, lanjut Nugroho, fenomena upwelling ini terjadi lebih awal dari biasanya.
"Biasanya terjadi sekitar November, tapi tahun ini lebih cepat. Kami menduga ini dipicu overpopulasi ikan di keramba dan penurunan kualitas air," tambahnya.
Total kematian ikan tercatat mencapai 19,1 ton, dengan estimasi kerugian sekitar Rp 500 juta.
Editor : Damianus Bram