Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menjelang Puncak Arus Balik, Rest Area KM 487 Tol Semarang-Solo Dipadati Pemudik

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 4 April 2025 | 23:14 WIB
Rest area KM 487 Boyolali tampak padat, Jumat (4/4/2025).
Rest area KM 487 Boyolali tampak padat, Jumat (4/4/2025).

RADARSOLO.COM – Rest area KM 487B Boyolali di ruas Tol Semarang-Solo mengalami lonjakan kunjungan pemudik yang hendak kembali ke Jakarta dan sekitarnya, Jumat (4/4/2025).

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sebelum waktu Salat Jumat, kondisi rest area masih cukup lengang. Namun hanya 10 menit berselang, puluhan kendaraan langsung memenuhi area parkir.

Akibat lonjakan tersebut, petugas Pos Pengamanan (Pos Pam) Rest Area 487B menerapkan sistem buka-tutup akses masuk.

Setiap 10 menit, pintu masuk rest area dibuka dan ditutup bergantian untuk mengurai kepadatan.

Petugas juga menghimbau kepada pemudik untuk tidak berhenti lebih dari 30 menit, agar perputaran kendaraan tetap lancar. Himbauan ini disampaikan melalui pengeras suara secara berkala.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas di ruas tol Semarang–Solo KM 487 terpantau ramai lancar.

“Arus kendaraan ke arah Jakarta cukup padat, namun tetap bisa bergerak dengan kecepatan rata-rata 40–50 km per jam,” jelas Rosyid.

Ia kembali mengingatkan pemudik untuk tidak berhenti di bahu jalan, kecuali dalam kondisi darurat.

“Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi keadaan darurat. Mohon pengendara tidak menggunakannya untuk istirahat atau berhenti biasa,” tegasnya.

Kapolres Rosyid memperkirakan kondisi kepadatan arus balik ini akan berlangsung hingga puncak arus balik pada 6–7 April 2025.

“Selama dua hari ke depan, lalu lintas akan terus padat. Kami siap memberikan pelayanan terbaik agar para pemudik merasa aman dan nyaman,” imbuhnya.

Guna mengantisipasi kemacetan, petugas juga telah memperpanjang pemasangan water barrier sepanjang dua kilometer dari pintu masuk rest area.

“Biasanya secara psikologis, pengendara cenderung pindah ke bahu jalan ketika melihat papan petunjuk rest area, padahal jaraknya masih sekitar 1 kilometer. Ini yang kami antisipasi agar tidak terjadi penumpukan di bahu jalan,” pungkas AKBP Rosyid Hartanto. (fid)

Editor : Damianus Bram
#arus balik #rest area #Pos Pam #Pemudik #tol semarang-solo