RADARSOLO.COM-Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, permintaan ayam potong di Pasar Pengging, Banyudono, Boyolali, lesu.
“Biasanya jam 9 pagi sudah habis, ini jam 10 masih sisa banyak,” ujar Nur Rohmah, 40, pedagang ayam potong, Minggu (6/4/2025).
Nur sempat sempat menambah stok dagangan hingga 180 kilogram (kg) ayam potong.
Naik dua kali lipat dari hari biasa yang hanya sekitar 80 kilogram.
Dia menduga konsumen bakal membeludak. Namun, prediksinya meleset.
“Ramainya malah kemarin (Sabtu, 5/4), mungkin karena orang-orang sudah pada balik ke kota, terus ada kebutuhan lain juga,” bebernya.
Sementara itu, harga ayam potong di Pasar Pengging berkisar antara Rp37 ribu-Rp38 ribu per kg.
Meskipun ada juga yang menjual Rp40 ribu.
“Saya jual Rp37 ribu. Tapi kalau sudah siang saya turunkan jadi Rp35 ribu, daripada tidak laku,” lanjut Nur.
Mursyidah, pedagang ayam potong lainnya mengaku kesulitan menjual stok dagangannya.
“Tahun lalu bisa habis 1,5 kuintal, sekarang bawa 80 kilo saja susah habisnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Ratusan Pemudik Kembali ke Jakarta dari Terminal Klaten, Harga Tiket Bus Tembus Rp600 Ribu
Ia menilai, banyaknya pedagang musiman yang berjualan di pinggir jalan turut memengaruhi penurunan omzet.
Selain itu, banyak warga yang sudah kembali ke perantauan usai Lebaran.
Menurutnya, harga tertinggi ayam potong di Pasar Pengging mencapai Rp42 ribu per kilogram.
Tepi Mursyidah memilih menjual maksimal Rp40 ribu tergantung kondisi pasar.
“Beda penjual, beda harga. Tapi sekarang rata-rata turunnya karena sepi pembeli,” tutupnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono