RADARSOLO.COM- Pedagang janur mulai menjamur di berbagai titik di Kabupaten Boyolali.
Janur-janur itu untuk dirangkai menjadi selongsong ketupat.
Lebaran ketupat atau di Boyolali akrab disebut kupatan akan digelar pada 8 Syawal dalam kalender Islam atau 8 April.
Tradisi tersebut terjaga dengan apik di Pengging, Banyudono, Boyolali.
Nurul Istiqomah, pedagang selongsong ketupat mengaku bisa menjual hingga 1.000 buah saat puncak kupatan.
“Kalau mepet harinya, seperti H-2 atau H-1 bisa 1.000 bahkan lebih,” jelasnya, Minggu (6/4/2025).
Nurul memilih berjualan di Pengging karena kawasan ini dinilai masih mempertahankan tradisi kupatan secara kuat.
“Kalau di Boyolali Kota kan sudah nggak terlalu banyak, di sini (Pengging) budayanya masih kuat. Jadi jualan pasti laris,” imbuhnya.
Nurul menjual selongsong ketupat Rp15 ribu per ikat dengan isi 10 buah.
Tidak hanya dari Boyolali, Nurhayati, 28, warga Jatinom, Klaten turut meramaikan pasar Pengging sejak beberapa tahun terakhir.
“Sudah empat tahun jualan (selongsong ketupat). Dulu di Alun-alun Pengging, sekarang pindah ke area pasar,” ujarnya.
Berjualan selongsong ketupat hanya dilakukan Nurhayati setahun sekali.
Sementara itu, M Ridhp, 49, memilih selongsong ketupag yang sudah jadi daripada membuatnya sendiri.
“Sebenarnya anak saya bisa bikin, tapi biar cepat aja. Tinggal diisi beras dan dimasak. Nggak perlu nganyam lagi,” tuturnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono