Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tadinya Tembus Rp300 Ribu Per Keranjang, Kini Bunga Mawar dari Musuk Boyolali Hanya Laku Rp10 Ribu: Ini Penyebabnya

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 7 April 2025 | 21:13 WIB
Petani di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali panen bunga mawar, Senin (7/4/2025).
Petani di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali panen bunga mawar, Senin (7/4/2025).

RADARSOLO.COM- Petani bunga mawar di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, harus mengencangkan ikat pinggang.

Harga mawar anjlok. Hanya laku Rp10.000 per keranjang.

“Tadi di pasar per keranjang itu Rp10 ribu paling tinggi, karena sudah lewat musimnya,” ujar Nike Fitriani, 26, petani mawa.

Menurut Nike, permintaan bunga mawar tertinggi biasanya terjadi pada bulan Sya’ban menjelang Ramadhan.

Di bulan itu, bunga mawar digunakan untuk kebutuhan tradisi sadranan alias nyekar ke makam.

Permintaan juga meningkat pada akhir Ramadhan dan awal Syawal, namun tren itu mulai mereda.

“Paling ramai itu akhir Ramadhan dan awal Syawal. Tapi sekarang permintaannya nggak terlalu banyak, jadi harganya murah,” imbuhnya.

Saat puncak musim sadranan, harga bunga mawar bisa tembus Rp175 ribu hingga Rp200 ribu per keranjang ukuran 1 kilogram. Bahkan tahun lalu bisa mencapai Rp300 ribu.

Nike mengaku setiap hari memanen bunga mawar untuk dijual ke pasar kembang di sekitar Musuk.

Sebagian petani lainnya memasok pasar di Solo, Yogyakarta, hingga Magelang.

“Yang dibudidayakan itu mawar warna merah, putih, dan pink. Biasanya disebut mawar Jawa. Kadang yang pink lebih mahal. Tapi sekarang semua harganya sama,” jelasnya.

Jarmaji, petani mawar lain mengatakan, budidaya bunga mawar tidaklah sulit.

Baca Juga: Tertabrak Bus Pariwisata, Pejalan Kaki Warga Cepogo Boyolali Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian

“Perawatannya gampang, tinggal dipangkas beberapa batang. Nanti bunganya jadi lebih banyak dan lebat,” katanya.

Bertani mawar telah menjadi mata pencaharian utama warga Desa Sruni karena biaya perawatannya rendah dan hasil panennya bisa dinikmati setiap hari.

“Biaya perawatannya sedikit. Kalau musimnya pas, seperti bulan Sya’ban, harganya tinggi dan bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah. Meski sekarang turun, tiap hari tetap panen,” ujarnya. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#anjlok #Boyolali #bunga mawar #harga #musuk