Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sebelum Tenggelam di Pantai Klayar, Irfan Siswa SMKN 1 Musuk Boyolali Sempat Menelepon sang Ayah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 13 April 2025 | 22:51 WIB
Suasana Pantai Klayar Pacitan dengan pesonanya.
Suasana Pantai Klayar Pacitan dengan pesonanya.

RADARSOLO.COM-Tragedi tragis yang menimpa dua siswa SMK asal Boyolali saat berkemah di Pantai Klayar Pacitan, Sabtu (12/4) meninggalkan luka mendalam bagi kedua keluarga korban.

Diketahui, Irfan Arrosyidin, 17, warga Dkuh Wonokembang RT 6 RW 6, Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Boyolali berangkat bersama teman-temannya, Jumat (11/4).

Setiyono, salah seorang kerabat Irfan mengatakan, Sabtu pagi, sekitar pukul 08:00,  Irfan sempat menghubungi ayahnya untuk pamit pulang, karena ada acara sinoman di rumah tetangga.

Namun, tak lama kemudian, kabar tragis datang.

“Pukul 10:00, bapak korban menerima kabar dari adik iparnya di Jatinom Klaten bahwa anaknya tenggelam di pantai,” ujar Setiyono dengan suara terbata.

Sementara itu, Muhammad Adi Wardana, teman Irfan yang juga ikut berkemah di Pantai Klayar mengungkapkan, sebelum keberangkatan, ia sudah merasa ada firasat buruk, meski ia tidak berani mengatakannya.

“Saya merasa ada firasat, tapi saya tidak berani mengatakannya. Soalnya saya hanya membonceng, tidak bawa motor sendiri,” ujar Adi.

Setibanya di pantai sekitar pukul 21:00, Adi tidak tahu persis kejadian yang menimpa kedua temannya tersebut.

Saat itu, ia sedang berjaga di tenda bersama seorang temannya. Adi hanya mengetahui bahwa temannya, Fachri, yang mengetahui lebih banyak tentang kejadian itu.

“Fachri yang tahu lebih banyak. Saya hanya berjaga tenda, sementara Yudhi, Irvan, dan Fajri bilang mau renang, dan saya memilih untuk tetap jaga tenda,” kata Adi.

Adi melanjutkan, setelah itu Fachri berlari mencari tim SAR, dan ia ikut membantu pencarian. Pencarian dilakukan sekitar 30 menit sebelum kedua korban ditemukan.

Baca Juga: Penjaga Palang Kereta di Sukoharjo Tetap Bekerja Meski Jadi Tersangka Kecelakaan KA Batara Kresna dan Mobil

“Fajri tahu-tahu sudah ada di pinggir, sedangkan Irvan dan Yudhi keseret ombak dan tenggelam. Fajri bilang, di pasir pantai itu tiba-tiba dalam, seperti ada lubang,” ujar Adi.

Sementara itu, pihak sekolah, SMKN 1 Musuk menjelaskan, kegiatan tersebut tidak terkait dengan sekolah.

Kegiatan liburan tersebut merupakan inisiatif para siswa sendiri.

"Itu kegiatan dari siswa yang ingin liburan, karena memang masih musim liburan," jelas salah satu staf SMKN 1 Musuk, Sartono. (fid/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#tenggelam #Boyolali #smkn 1 musuk #pacitan #pantai klayar