RADARSOLO.COM- Kabupaten Boyolali punya hutan kota. Letaknya di samping Simpang Lima (Simpang Siaga) Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali.
Di lokasi ini telah dilakukan revitalisasi tahap kedua pada Oktober 2024. Menghabiskan anggaran Rp 148 juta.
Sayangnya, kondisi hutan kota seperti menunjukkan tanda-tanda terabaikan.
Begitu memasuki kawasan hutan kota, pengunjung disambut dengan suara aliran sungai dan kicauan burung.
Kondisi tersebut tak sebanding dengan spot favorit warga Boyolali untuk berfoto dengan tema alam yang terkesan kurang terawat.
Beberapa tempat duduk dan kandang hewan tampak terbengkalai, dengan hanya dua ekor rusa yang tersisa di kandang.
Husnun Nisa, pengunjung hutan kota Boyolali menyayangkan kondisi hutan kota Boyolali.
Warga Sukoharjo itu berharap dinas terkait dapat segera turun tangan.
Mengingat tempat ini memiliki potensi besar untuk menjadi ruang hijau yang menyegarkan.
“Padahal lokasinya di tengah kota. Tapi pas masuk ke sini sudah seperti di dimensi lain, benar-benar seperti di dalam hutan. Tapi sayangnya fasilitasnya banyak yang rusak,” beber dia.
Pantauan radarsolo.com, sampah dedaunan berserakan. Akses untuk pejalan kaki ditumbuhi lumut.
Bukan hanya itu, tempat duduk tampak kotor.
Parahnya lagi, bau tak sedap menyeruak akibat sampah yang dibuang sembarangan di aliran sungai kawasan hutan kota. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono