RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali menggelar sosialisasi percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih kepada seluruh kepala desa (kades) dan lurah di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis (24/4).
Program Koperasi Desa Merah Putih merujuk Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi kelurahan dan desa merah putih.
Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali Bambang Sutanto mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim pengarah untuk percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih.
“Yang terlibat di dalam tim ini tentunya banyak organisasi perangkat daerah. Sesuai keputusan bupati, kami juga membentuk tim teknis yang akan mendampingi pembentukan koperasi di wilayah desa dan kelurahan,” jelas Bambang.
Terkait pembentukan Koperasi Merah Putih, Bambang menjelaskan, ada tiga model yang dilakukan.
Yakni pembentukan koperasi baru jika daerah tersebut belum memiliki koperasi, revitalisasi koperasi desa yang mandek, dan pengembangan koperasi yang sudah berjalan.
Soal mekanisme pembiayaan, Bambang mengungkapkan, sumber dana bisa berasal dari APBN, APBD, dan APBDes.
“Nantinya, koperasi akan memiliki tujuh fungsi utama. Di antaranya toko sembako, apotek, klinik, kantor koperasi, koperasi simpan pinjam, pergudangan, dan logistik di desa,” beber Bambang.
Untuk struktur kepengurusan koperasi, Bambang menjelaskan, akan ditentukan dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).
“Jika pembentukannya baru, akan ada Musdesus yang menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” tambahnya.
Keanggotaan koperasi juga akan dibatasi sesuai teritorial desa. Artinya masyarakat hanya bisa menjadi anggota koperasi di desanya sendiri.
Bambang menambahkan, saat ini di Boyolali terdapat sekitar 880 koperasi dari berbagai jenis yang terdaftar di Diskopnaker Boyolali.
Namun, tidak semuanya aktif. “Yang aktif sekitar 260 koperasi, seperti koperasi pemasaran, produsen, jasa, dan koperasi simpan pinjam,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyambut baik pembentukan Koperasi Merah Putih di Boyolali.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian terkait untuk kepastian aturan, agar koperasi ini berjalan sesuai harapan,” terang Agus.
Dia berharap, Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan perekonomian desa di Boyolali.
“Karena nanti akan ada banyak transaksi baik di sektor pertanian maupun pengobatan, yang tentunya akan meningkatkan ekonomi desa,” ujarnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono