RADARSOLO.COM- Pencarian pendaki yang hilang di Gunung Merbabu sejak Jumat (18/4/2025) akhirnya membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian selama lima hari.
Akhirnya, Sugeng Parwoto, 50, warga Krajan RT 04 RW 04, Kecamatan Tlogorejo, Kabupaten Temanggung ditemukan Kamis (24/4/2025).
Tapi sayang, ASN Dinkes Temanggung tersebut ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Informasi yang diterima radarsolo.com, mayat Sugeng Parwoto ditemukan disekitar Pos 3 Gunung Merbabu.
Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Boyolali, Rima Kusuma mengungkapkan, awalnya ditemukan sebuah payung berwarna biru yang diduga milik korban, saat kembali dilakukan penelusuran korban ditemukan dalam keadaan meninggal tidak jauh dari tempat ditemukannya payung. “Ditemukan lebih dulu payung pukul 17:10, kemudian korban ditemukan pukul 17:27,” terangnya.
Posisi korban saat ditemukan berada di tebing curam dengan kondisi berkabut dan angin kencang.
Demi keselamatan tim personel SAR gabungan, diputuskan evakuasi akan dilakukan pada Jumat (25/4) pagi.
"Melihat kondisi alam yang tidak memungkinkan, diputuskan untuk dilakukan evakuasi besok (jumat) pagi," terang Rima saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Sebelumnya ditemukan, pada Kamis (24/4) siang dilakukan selamatan di basecamp Timboa oleh masyarakat dan tim operasi SAR gabungan untuk berdoa dan meminta pentunjuk.
Diketahui, Sugeng Parwoto melakukan pendakian seorang diri melalui jalur Timboa, yang terletak di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
Jalur Timboa bukanlah jalur resmi pendakian Gunung Merbabu, sehingga tidak ada izin resmi untuk pendakian di jalur tersebut.
"Jalur ini bukan jalur resmi pendakian di Merbabu, jadi memang tidak ada izinnya," ungkap Kasubbag Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Nurpana Sulaksono, Senin (21/4/2025)
Sugeng Parwoto yang hilang di Gunung Merbabu memiliki ciri fisik tubuh kurus, berjenggot, dan kulit sawo matang.(np)
Editor : Nur Pramudito