RADARSOLO.COM- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali akan melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan dan drainase di 2025.
Program ini mencakup 13 kecamatan di Boyolali. Yakni Selo, Boyolali, Banyudono, Wonosamudro, Kemusu, Cepogo, Sawit, Klego, Teras, Mojosongo, Wonosegoro, Gladagsari, Juwangi, dan Ampel.
Kepala DPUPR Boyolali Ahmad Gojali menjelaskan, perbaikan jalan dan drainase akan dilakukan secara bertahap mulai Mei hingga Agustus 2025.
"Pekerjaan akan dilaksanakan per minggu," terangnya.
Adapun jadwal perbaikan jalan dan jembatan yakni Mei di minggu kedua, Juni minggu pertama dan keempat.
Berikutnya Juli minggu ketiga, dan Agustus minggu kedua.
Pekerjaan perbaikan akan dibagi menjadi 38 paket, dengan masing-masing minggu mencakup sekitar 7-8 paket.
Rincian pekerjaan meliputi:
- Perkerasan Beton: 6.550 meter
- Overlay Perkerasan: 12.065 meter
- Pelebaran Jalan: 5.750 meter
- Perbaikan Jembatan: 204 meter
- Perbaikan Drainase: 90 meter
- Perbaikan Talud: 150 meter
Proyek perbaikan jalan dan drainase ini diperkirakan menghabiskan anggaran Rp91 miliar.
Ahmad Gojali merinci alokasi anggaran sebagai berikut:
- Pemeliharaan Sistem Drainase: Rp725 juta
- Pelebaran Jalan: Rp5 miliar
- Peningkatan Jalan: Rp14 miliar
- Pemeliharaan Berkala: Rp45 miliar
- Penanganan Longsoran: Rp800 juta
- Rehabilitasi Jalan: Rp201 juta
- Pembangunan Talud: Rp940 juta
- Pembangunan dan Pelebaran Jembatan: Rp25 miliar
Menurut Ahmad Gojali, perbaikan jalan masih dalam tahap perencanaan dan belum dilakukan lelang.
Baca Juga: Musim Kemarau Segera Tiba, BPBD Wonogiri Beri Imbauan Khusus
"Kami masih menunggu penetapan pergeseran anggaran untuk kepastian anggaran," jelas Ahmad Gojali.
Sementara menunggu proses lelang, DPUPRI Boyolali telah melakukan kegiatan Unit Reaksi Cepat (URC).
Yaitu penambalan pada beberapa ruas jalan yang berlubang.
"Untuk sementara, hanya dilakukan penambalan di ruas-ruas jalan yang rusak," ungkapnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono