Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Cerita Pelajar Asal Ngemplak Boyolali yang Nyambi Kerja di Ekspedisi dan Kini Menjadi Calon Jamaah Haji Termuda

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 4 Mei 2025 | 18:26 WIB
Dian Mamora Miftakhul Firdaus, warga Dusun Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali bersama sang ibu. Mereka segera berhaji.
Dian Mamora Miftakhul Firdaus, warga Dusun Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali bersama sang ibu. Mereka segera berhaji.

RADARSOLO.COM–Calon jamaah haji (CJH) dari Jawa Tengah didominasi oleh lanjut usia (lansia).

Di balik fenomena tersebut, terdapat CJH paling muda. Berusia 18 tahun.

Adalah Dian Mamora Miftakhul Firdaus. Warga Dusun Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi CJH termuda di Embarkasi Solo.

Mamo, saapaan akrab Dian Mamora Miftakhul Firdaus menuturkan, dirinya tercatat dalam kelompok terbang (kloter) 79 Kabupaten Boyolali yang direncanakan masuk Asrama Haji Donohudan pada 24 Mei 2025.

Siswa kelas 12 SMK Widya Taruna Colomadu itu akan berangkat ke Tanah Suci pada 25 Mei 2025.

Selain bersekolah, Mamo juga bekerja paruh waktu selepas sekolah sebagai petugas sortir barang jasa ekspedisi di Banyudono.

Mamai berhaji untuk menggantikan ayahnya yang meninggal dunia pada 2023 lalu.

Ayah dan ibu Mamo mendaftar haji sejak 2012. Setelah sang ayah meninggal, ibunya meminta Mamo untuk menggantikan sang ayah.

“Tidak menyangka bisa menunaikan ibadah haji, karena memang rencana awal itu ibu sama ayah yang berangkat,” jelasnya.

Terkait persiapan menjadi CJH, Mamo sudah melakukan persiapan mental, fisik, dan spiritual.

"Menghafalkan doa. Persiapan fisik biasanya lari-lari pagi sore, menjaga pola makan, pola tidur juga, persiapan mental juga penting ya," ungkap Mamo.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Ini Rencana Besar Persis Solo Bareng Wali Kota Respati Ardi

Sementara itu Kasi Humas dan Protokol Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi mengungkapkan, untuk jemaah paling sepuh bernama Latifah, 95, asal Kabupaten Purworejo yang tercatat dalam kloter 90.

“Kloter 90 dijadwalkan tiba di Embarkasi Solo pada 29 Mei 2025,” jelasnya. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#haji #Boyolali #ngemplak #Dian Mamora Miftakhul Firdaus #Termuda #Embarkasi Solo #PPIH #asrama haji donohudan