RADARSOLO.COM-Gelang haji menjadi barang wajib yang harus selalu dikenakan oleh seluruh jemaah haji selama berada di Tanah Suci.
Pasalnya, gelang ini memuat data lengkap identitas jemaah. Mulai dari nama, asal embarkasi, kloter, nomor paspor, hingga maktab.
Petugas haji mengimbau agar para jemaah tidak melepas gelang tersebut demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Seperti tersesat atau terpisah dari rombongan.
Bila hal itu terjadi, petugas dapat dengan mudah mengidentifikasi jemaah hanya dengan melihat gelang yang dikenakan.
Gelang haji ini dibuat dari bahan monel, yaitu logam antikarat dan antiluntur.
Proses pembuatannya dimulai beberapa jam sebelum jemaah tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Nur Rokhim, 21, perajin gelang haji di Embarkasi Solo mengungkapkan, proses pencetakan gelang tidak memakan waktu lama.
“Hanya sekitar 1 jam untuk mencetak 360 buah gelang untuk satu kloter jemaah haji,” ujar pemuda asal Jepara itu.
Dalam sehari, tim perajin bisa mencetak antara 1.000 hingga 1.500 gelang haji.
“Dalam sekali cetak bisa sampai 25 gelang, kami mencetak untuk 2-4 kloter jemaah dalam sehari,” jelasnya.
Proses pembuatannya dimulai dari pemotongan monel sesuai ukuran.
Baca Juga: Sarmo, Terdakwa Pembunuhan Berantai di Girimarto Wonogiri Divonis Hukuman Mati
Potongan tersebut diletakkan di atas alat khusus berbahan kayu yang tersambung ke adaptor.
Identitas jemaah yang telah dicetak di kertas lalu ditempelkan pada kerangka gelang.
“Skrab seperti rakel sablon yang telah tersambung dengan aliran listrik tegangan rendah kemudian dicelupkan ke air raksa,” papar Nur Rokhim menjelaskan proses sablon elektrostatik.
Setelah itu, gelang dibilas dengan air sabun dan dibentuk menjadi bulat menggunakan pipa besi.
Gelang yang sudah jadi dimasukkan satu per satu ke dalam wadah plastik sesuai nama dan nomor urut jemaah.
“Khusus gelang petugas, tertera tulisan ‘petugas’ di setiap gelang,” pungkasnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono