RADARSOLO.COM – Selain menggalang donasi untuk keluarga 2 satpam yang ditangkap polisi, pedagang Pasar Kebun Agung, Ngemplak, Boyolali juga berani bersikap tegas.
Mereka tidak terima jika Polres Boyolali menetapkan 2 satpam Pasar Kebun Agung dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap S, 67, warga Klaten.
Saat ini, paguyuban pedagang Pasar Kebun Agung sedang mengumpulkan bukti untuk melaporkan S, yang diduga kuat kerap mencuri di sejumlah pasar.
“Kami sedang mengumpulkan bukti, karena memang tidak hanya sekali nenek tersebut melakukan aksi pencurian,” terang Ilham Dwi Kusuma, 26, pedagang susu di Pasar Kebun Agung, Senin (12/5/2025).
“Kami juga ingin meluruskan, katanya cuma ambil beberapa suing (bawang putih) kok sampai dipukul segitunya,” imbuh dia.
Diungkapkan Ilham, informasi yang diterimanya, S, sudah beraksi di sejumlah pasar.
Antara lain Pasar Ngemplak, Pasar Kebun Agung, hingga Pasar Nogosari.
“Bahkan di (pasar) Nogosari itu sampai ditempel foto orang tersebut, karena memang sudah sering mencuri. Di Facebook juga banyak yang bilang, hampir 50 pasar di Soloraya katanya pernah menjadi sasaran (pencurian) orang itu,” jelas Ilham.
Diketahui, Polres Boyolali telah menangkap 2 satpam Pasar Kebun Agung, Ngemplak, Boyolali yang diduga melakukan pemukulan terhadap S, 67.
Kasus tersebut mencuat setelah video S, warga Desa Polan, Kecamatan Polanharjo, Klaten yang keluar dari pos satpam dengan kondisi berdarah tersebar di media sosial.
S diduga mencuri 2 kilogram (sebelumnya ditulis 5 kg) bawang putih milik pedagang di Pasar Kebun Agung.
Di pos satpam Pasar Kebun Agung itulah, S diduga dipukul 2 satpam hingga berdarah.
Baca Juga: Cegah Kecurangan Seleksi PPPK, Bupati Karanganyar Sidak Lokasi Tes Uji Kompetensi
Penahanan terhadap 2 satpam mendapat perhatian dari paguyuban pedagang Pasar Kebun Agung.
Mereka menggalang donasi yang akan diberikan kepada keluarga 2 satpam tersebut.
Penggalangan donasi dilakukan untuk membantu keluarga 2 satpam yang ditahan polisi.
“Mereka punya anak istri juga. Kami menggalang donasi untuk membantu, karena tulang punggungnya kan sedang di tahan,” jelas Ilham.
Menurut Ilham, seluruh pedagang Pasar Kebun Agung berharap polisi segera membebaskan 2 satpam tersebut.
“Ya kan kasihan. Masa yang diduga jadi pencuri malah dapat donasi, utangnya dilunasi. Sedangkan penjaga (satpam) malah ditahan. Walaupun memang sebenarnya pemukulan itu salah,” urai Ilham.
Penggalangan donasi, imbuh Ilham, akan dihentikan jika 2 satpam telah dibebaskan. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono