Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cerita Haru di Balik Pagar Asrama Haji Donohudan Boyolali: Senang dan Sedih Campur Aduk

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 14 Mei 2025 | 00:36 WIB
Seorang anak usia SD tak kuasa menahan tangis saat mengantarkan orang tuanya hendak berhaji di Asrama  Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (13/5/2025).
Seorang anak usia SD tak kuasa menahan tangis saat mengantarkan orang tuanya hendak berhaji di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (13/5/2025).

RADARSOLO.COM-Suasana haru membuncah di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (13/5).

Tangis pecah saat ratusan keluarga calon jamaah haji (CJH) dari berbagai penjuru Jawa Tengah datang mengantar kepergian sanak saudara mereka menuju Tanah Suci.

Diantaranya rombongan dari Kudus yang mengantarkan rombongan CJH kloter 46.

“Kami datang bawa dua mobil. Siapa tahu nanti kami juga dapat kesempatan (berhaji),” ungkap Khusnul Qulub, 36, keluarga CJH asal Kudus.

Meski hanya bisa saling melempar senyum dan lambaian tangan melalui pagar pembatas Asrama Haji Donohudan, kehadiran keluarga tetap berarti.

“Senang sekali bisa melihat keluarga walau cuma sejenak. Yang penting doanya nyampe,” tambah Qulub.

Di tempat yang sama, Salsabila, 22, memendam sedih ketika adik kecilnya yang masih usia SD berpisah dengan orang tuanya.

“Adik saya sangat dekat dengan ibu dan bapaknya," terang Salsabila sembari menahan air mata.

Sementara itu, Nur Hamdan, 67, salah satu CJH kloter 46 asal Kudus terharu karena puluhan kerabat dan tetangga berdatangan memberi doa restu.

“Campur aduk rasanya. Senang bisa berangkat (haji), (tapi juga) sedih harus jauh dari keluarga. Tapi niatkan ibadah, insya Allah semua lancar,” ujarnya. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#tangis #haru #calon jamaah haji #cjh #asrama haji donohudan