Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Korban Investasi Bodong Koperasi Bahana Lintas Nusantara Bingung Lunasi Utang ke Bank, Rumah Terancam Disita

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:04 WIB
Nasabah Koperasi BLN Boyolali yang merasa tertipu dengan iming-iming keuntungan besar berencana lapor polisi.
Nasabah Koperasi BLN Boyolali yang merasa tertipu dengan iming-iming keuntungan besar berencana lapor polisi.

RADARSOLO.COM – Nasib tragis dialami para korban dugaan penipuan berkedok investasi oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN).

Tak hanya kehilangan dana ratusan juta, mereka kini juga dibayangi risiko kehilangan rumah akibat pinjaman bank yang dijadikan modal berinvestasi di koperasi tersebut.

Sejumlah korban, termasuk warga Boyolali dan Grobogan, mengaku meminjam uang ke bank dengan menjaminkan sertifikat rumah demi bisa mengikuti program investasi di Koperasi Bahana Lintas Nusantara.

Namun, sejak Maret 2025 lalu, koperasi tak lagi mencairkan dana.

Para nasabah pun akhirnya justru terjebak dalam lilitan utang tanpa kepastian pengembalian modal.

“Saya bingung, karena cicilan ke bank tetap berjalan. Tapi uang dari koperasi sudah tidak masuk sejak Maret. Bahkan sudah mulai ada penagihan dari pihak bank,” ungkap Siswanto, salah satu korban, Jumat (16/5/2025).

Siswanto juga mengaku telah melaporkan Ketua Koperasi BLN, KPA Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro ke Polresta Solo, setelah upaya somasi pada 24 April 2025 tak direspons.

Sebelumnya, korban lain, Dwi Priatmoko, juga mengaku terjebak setelah tergiur skema investasi bertajuk Sipintar yang menjanjikan pengembalian dana dua kali lipat dalam waktu 24 bulan.

"Saya setor Rp 100 juta, dijanjikan kembali Rp 200 juta. Baru tiga kali dapat transfer, programnya diganti sepihak," ujar Dwi, Selasa (13/5/2025).

Bahkan, Dwi nekat menggadaikan SK pensiun untuk menambah setoran hingga Rp 150 juta.

Menurutnya, koperasi tersebut mengelola sekitar 40 ribu rekening dengan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

“Uang saya yang belum kembali Rp 75 juta. Ada yang rugi Rp4 miliar bahkan menanggung Rp 14 miliar karena mengajak relasi,” papar Dwi. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#penipuan #utang #investasi bodong #koperasi Bahana Lintas Nusantara #Korban koperasi