Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Andalkan Program JKN, Orang Tua Siti lakukan Operasi Kelenjar Getah Bening tanpa Khawatirkan Soal Biaya

Angga Purenda • Selasa, 20 Mei 2025 | 01:35 WIB
Siti memperlihatkan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) miliknya.
Siti memperlihatkan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) miliknya.

RADARSOLO.COM- BPJS Kesehatan terus memberikan kontribusi dan manfaat bagi para peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 2014 hingga saat ini.

Salah satunya dirasakan langsung oleh Siti Nur Hidayah, 27, seorang buruh yang berdomisili di Desa Ngringin, Boyolali.

Dirinya merasa bersyukur karena seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

Salah satu manfaat yang dirasakan saat orang tuanya menderita kelenjar getah bening.

“Awalnya benjolan di salah satu bagian di tubuh muncul. Akhirnya ayah saya, bergegas langsung untuk saya ajak berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di puskesmas yang terdaftar," ujar Siti, Senin (19/5/2025).

Selanjutnya oleh puskesmas diberikan surat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) ke Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali.

Kemudian dilakukan cek dan di observasi terlebih dahulu oleh pihak tenaga medis rumah sakit.

Setelah dilakukan observasi, ternyata ayahnya harus mendapatkan tindakan medis lebih intensif dari dokter dan tim yang menanganinya di Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali.

Hingga akhirnya sang ayah diharuskan menjalani operasinya untuk penanganan benjolan pada tubuh.

Operasinya ayahnya pun berjalan dengan lancar, sehingga saat kondisinya sudah membaik bisa segera diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter.

"Saya menemani ayah masuk ke rumah sakit hari Rabu kemarin. Untuk Sabtunya oleh pihak rumah sakit sudah bisa pulang setelah pemeriksaan dokter," jelasnya.

Selama proses penanganan ayahnya, Siti sempat diliputi keraguan karena beredar kabar  pelayanan rumah sakit yang menggunakan BPJS Kesehatan tidak maksimal.

Baca Juga: Perencanaan Kebutuhan FKTP di Klaten, BPJS Kesehatan Boyolali Lakukan Koordinasi dengan Dinkes hingga PKFI

Namun hal itu segera terpatahkan karena pengalamannya langsung yang dirasakan saat mendampingi pemeriksaan dan pengobatan ayahnya.

Siti mengaku, seluruhnya terasa mudah dan cepat tanpa hambatan berarti bagi dirinya.

"Ya kalau ikut kata-kata orang pasti ada saja cerita yang tidak baik. Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan baik dari mulai administrasi sampai pelayanan," jelasnya.

"Dari berobat sampai operasi tidak keluar biaya sepeser pun, sangat membantu saya dan keluarga mengenai biaya,” imbuh dia.

Apabila dalam pemeriksaan hingga operasi memakai uang pribadi, Siti memperkirakan biayanya tidak sedikit.

Hal itu diketahui setelah diberikan penjelasan oleh salah satu petugas dari rumah sakit terkait biaya operasi dan perawatan jika tidak menjadi peserta JKN.

“Susah kalau ditanya pendapatan untuk saat ini, apalagi ditambah kebutuhan berobat yang tidak terprediksi kapan datangnya. Dengan terdaftar aktif sebagai peserta JKN, beban hidup saya sedikit diringankan mengenai urusan kesehatan bagi saya dan keluarga,” urai Siti.

Hingga kini, sang ayah masih dalam pantauan dokter. Siti bersyukur karena tak lagi terbebani dan dapat fokus menemani ayahnya menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara rutin.

Ia berharap agar program JKN terus memberikan manfaat kepada masyarakat terlebih untuk mereka yang membutuhkan.

"Saya berharap ayah saya bisa segera sembuh. Saya bersyukur karena sudah ada JKN yang membantu kami di kondisi darurat seperti ini," ucapnya.

"Soal biaya, tak lagi menjadi pikiran. Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan BPJS Kesehatan atas bantuan yang sangat berarti ini," lanjut Siti.

Setelah ini, Siti hanya berharap ayahnya bisa segera sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Dia mengaku tak ingin melihat ayahnya sakit lagi. Walaupun sudah terlindungi karena terdaftar aktif sebagai peserta JKN PBI JK.

Baca Juga: Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Islam Klaten Terbantu dengan Inovasi I-Care JKN dari BPJS Kesehatan

Siti berharap, program JKN bisa terus ada untuk memberikan perlindungan setiap masyarakat yang membutuhkan.

Termasuk dalam memberikan inovasi dan kemudahan layanan bagi peserta JKN.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang masih awam dengan pentingnya jaminan kesehatan. Hal itu yang terkadang informasi yang diketahui mengenai pelayanan masih kurang.

Tetapi dengan inovasi yang ada saat ini, seperti adanya aplikasi Mobile JKN, menjadikan semuanya sangat mudah. Terutama dengan kehadiran berbagai fitur pada aplikasi yang sudah lengkap. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bpjs kesehatan #pelayanan #FKTP #program jkn