RADARSOLO.COM-Polres Boyolali masih mengusut dugaan penipuan bermodus investasi bodong di Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
Terbaru, Polres Boyolali memanggil pelapor dugaan penipuan untuk diminta keterangannya.
Sejak Senin (19/5/2025), sebanyak 6 pelapor menghadiri pemeriksaan di Satreskrim Polres Boyolali.
Di antaranya Aris Carmadi yang kembali diminta keterangannya, Selasa (20/5).
“Karena kemarin itu saya izin pulang terlebih dulu, ada urusan mendadak. Jadi sekarang dipanggil lagi,” jelasnya.
Apa berapa pertanyaan yang diajukan polisi? Aris mengatakan cukup banyak.
“Seperti apa Koperasi Bahana Lintas Nusantara itu. Bagaimana cara kerja leader-nya, peran leader seperti apa, berapa banyak korban di wilayah boyolali, dan kenapa korban masih belum banyak yang melapor,” beber Aris.
Menurut Aris, jumlah nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara mencapai lebih dari 1.000 orang.
Kenapa banyak yang belum melapor ke polisi?
“Kalau yang belum melapor itu kan mereka masih percaya janji dari koperasi kalau uangnya pasti akan cair. Padahal sudah banyak laporan masuk di beberapa wilayah ke kepolisian,” terang Aris.
Ditambahkannya, laporan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara ke polisi tidak hanya terjadi di Boyolali.
Serupa terjadi di Polresta Banda Aceh, Polresta Solo dan daerah lainnya.
“Kabarnya juga mau ada laporan ke Polres Sukoharjo, dan ada beberapa teman kami dari luar daerah yang bergabung untuk ikut melaporkan juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Humas Polres Boyolali Iptu Winarsih mengungkapkan, pihaknya masih mendalami laporan dugaan penipuan oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
“Sekarang masih berjalan proses pendalaman, beberapa korban yang sempat melapor juga dipanggil untuk diperiksa,” kata dia. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono