RADARSOLO.COM – Penyebab kematian MPS, 17, warga Dukuh Klimas, Desa Sendang, Kecamatan Karanggade, Boyolali terkuak.
Diketahui, MPS yang menurut keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit meninggal dunia saat latihan silat.
Hasil otopsi menunjukkan ada luka pada bagian organ dalam MPS.
Tepatnya luka di usus besar serta di usus halus dan pendarahan di bagian dada.
”Korban menerima dua tendangan di bagian perut dan ulu hati yang kemudian hilang kesadaran hingga meninggal dunia,” ungkap Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, Jumat (23/5/2025).
Dari hasil otopsi tersebut disimpulkan bahwa MPS meninggal akibat aspeksia (mati lemas) yang menyebabkan henti oksigen ke tubuh korban.
Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Joko Purwadi menambahkan, MPS merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
“Anak yang paling besar (sulung) dan yang paling sehat, karena kedua adiknya mengalami disabilitas,” jelas AKP Joko.
Berkaca dari kejadian tersebut, Polres Boyolali akan mengkaji latihan perguruan silat yang ada di kabupaten setempat.
Diketahui, MPS meninggal saat mengikuti latihan silat di Dukuh Brejen, Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Boyolali Rabu (21/5/2025) malam.
Jenazah MPS dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk menjalani proses otopsi guna memastikan penyebab kematian.
Baca Juga: Kepala Dinkes Karanganyar Tersangka Kasus Alkes Dikabarkan Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit
Sejumlah rekan latihan silat MPS turut dimintai keterangan oleh polisi.
Sementara itu, Kepala Desa Sendang Sukimin menjelaskan, kabar meninggalnya MPS diketahuinya Kamis (22/5) dini hari sekitar pukul 02.00.
Sukimin hanya melihat bagian tubuh pada wajah dan kaki MPS.
Menurutnya, tidak ada luka di wajah dan hanya ada luka lecet di jari kaki.
Sementara itu, dari pihak keluarga menyatakan, selama ini MPS tidak memiliki riwayat penyakit apapun. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono