Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading Lakukan Pendampingan 100 Petani Peternak di Lima Desa

Nur Pramudito • Selasa, 27 Mei 2025 | 14:34 WIB
NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.
NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.

RADARSOLO.COM -  Kelompok Tani Ternak Jati Sumo Negoro (JSN) Cengkir Gading memperkuat ketahanan pangan dengan membangun ekosistem bisnis desa dan memperkuat sirkular ekonomi.

Yakni mengintegrasikan antara pertanian dan peternakan, sekaligus pemasarannya.

Sebagai pilot project, membina 100 petani di lima desa di Kabupaten Boyolali.

Untuk membina kelima desa tersebut, Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading menggandeng Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) University dan Astra Internasional.

Kelima desa tersebut diberi label Desa Sejahtera Astra (DSA).

Menurut Pimpinan Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading, Wahid Ikhsani Putra, kelima desa yang tergabung dalam Desa Sejahtera Astra tersebut adalah Desa Sawahan Kecamatan Ngemplak, Desa Gagaksipat Kecamatan Ngemplak, Desa Winong Kecamatan Cepogo, Desa Kauman Kecamatan Wonosegoro, dan Desa Sruni Kecamatan Musuk.

Seratus petani dan peternak dari lima desa ini akan mendapatkan pendampingan, transfer ilmu dan teknologi, dengan berbagai pelatihan.

Minggu 25 Mei 2025 mulai pukul 07.45-12.00 WIB, digelar acara Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.
NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.

Acara ini juga diintegrasikan dengan Program Dosen Pulang Kampung di Desa Sawahan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Lumbung.

Dengan menghadirkan Pemateri dari Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Dr. Rer. Pol. M. Iqbal Irfany, S.E., M.app. EC, selaku Asisten Direktur Kewirausahaan Sosial, Dr. Bramada WP, Program Dosen Pulang Kampung, penguatan ekonomi untuk Ibu Rumah Tangga, dan Dr. Tekad Urip, sebagai ahli nutrisi pakan Ternak.

Selain itu, menghadirkan juga Muh. Isbayu, dari Badan Investasi & Bisnis IPB University sebagai salah satu off taker produk pertanian peternakan yang dibudidayakan oleh para petani dan peternak binaan.

Pimpinan DPMA IPB University Handian Purwawangsa menekankan pentingnya konsep hulu hilir yang harus mulai dirangkai dan dilakukan oleh para petani.

Petani harus menanam apa yang dibutuhkan pasar. Artinya, jangan menanam, tapi tidak bisa menjual.

"Kesejahteraan petani dan peternak adalah kunci, jika ketahanan pangan ingin tercapai di Negara ini," tandasnya.

Perlu diketahui, dalam program DSA kali ini, petani di lima desa tersebut akan mendapatkan stimulant bantuan berupa sarana produksi pertanian dan peternakan.

NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.
NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.

Sedangkan untuk pemasaran, pendampingan dari pra tanam hingga pasca panen hasil pertanian dan peternakan dari hulu hingga hilir akan disupport oleh pihak DPMA IPB University.

"Apa yang ditanam petani sesuai dengan kebutuhan pasar atau kebutuhan konsumen. IPB University yang memiliki unit bisnis yang akan melakukan offtaker pada komoditas yang ditanam oleh petani untuk dipasarkan," Tambah M. Isbayu.

Dengan demikian, para petani dan peternak bisa fokus di budidaya onfarm-nya, untuk terus memperkuat kapasitas produksinya.

Petani di Desa Kauman dan Desa Gagaksipat lebih mengembangkan pertanian dengan komoditas jagung ungu.

Sedangkan limbah pertanian jagung, akan diolah menjadi pakan ternak kambing/domba.

Petani di Desa Sruni menanam alpukat, bunga mawar, dan jagung ungu, serta mengembangkan peternakan.

Petani di Desa Winong dan Desa Sawahan menanam rumput pakan ternak.

Bahkan melibatkan kaum muda yang masih menganggur untuk mengembangkan peternakan kambing/domba.

Kelima desa mendapatkan bantuan masing-masing 1000 stek rumput dengan varietas yg berbeda.

Desa Sawahan mendapatkan bantuan jenis rumput gama umami.

Desa Gagaksipat mendapatkan rumput pakchong, Desa Kauman rumput biovitas, Desa Sruni rumput odot super, dan Desa Winong rumput bio nutrisi.

"DSA ini adalah bagian dari program Astra bersama IPB University. Sedangkan Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading menjadi pelaku dalam upaya memperkuat ketahanan pangan," Wahid Menambahkan.

NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.
NGOBROL BARENG : Para petani dari lima desa Ngopi Kandang, Ngolah Pikir Kanti Tandang di Kandang JSN Cengkir Gading, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu 25 Mei 2025.

Lebih dari itu, program ini merupakan bagian misi Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading dalam melakukan regenerasi untuk kaum muda, santri, dan TNI muda.

Sekaligus dalam upaya menjaga plasma nuftah Indonesia yang sebagian besar sudah mulai langka, seperti tanama herbal dan pohon pohon konservatif langka lainnya.

"Makanya kami membentuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) atau pendampingan kepada Masyarakat secara langsung yg dekat di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Hal ini juga selaras dengan nasehat ulama kharismatik yang juga Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI, Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya, bahwa jihad saat ini bukan mengangkat pedang atau senapan, tapi jihad ekonomi dan pendidikan.

"Jihad yang dibutuhkan zaman ini adalah jihad ekonomi dan pendidikan. Karena musuh kita adalah kemiskinan dan kebodohan, serta lemahnya keyakinan," imbuh Wahid, Pimpinan Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Cengkir Gading #Jati Sumo Negoro #Boyolali #kelompok tani ternak #petani #peternak