Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wisata Kampung Air Kragilan Boyolali Riwayatmu Kini: Dulu Ramai Dikunjungi, Sekarang Terkesan Seram

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 2 Juni 2025 | 00:26 WIB
Kondisi Wisata Kampung Air di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali yang memprihatinkan.
Kondisi Wisata Kampung Air di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali yang memprihatinkan.

RADARSOLO.COM- Tempat ini pernah menjadi salah satu destinasi wisata keluarga andalan di pusat Kota Boyolali.

Tapi kini, Wisata Kampung Air Kragilan berubah menjadi kawasan yang memprihatinkan.

Terletak di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali hanya beberapa kilometer dari Alun-Alun Lor Boyolali, tempat ini nyaris tak berpengunjung sejak pandemi melanda pada 2020.

Wisata Kampung Air Kragilan berdiri di atas lahan seluas 1 hektare dan mulai beroperasi pada tahun 2014.

Namun sejak pembatasan aktivitas karena pandemi, aktivitas wisata berhenti total dan tak kunjung pulih.

“Hingga saat ini sudah tidak lagi pengunjung yang datang,” ujar Jefri Anwar, 72, penjaga Wisata Kampung Air Kragilan, Minggu (1/6/2025).

Di masa jayanya, Wisata Kampung Air Kragilan memiliki kolam anak, air mancur, mata air alami, gazebo, dan sungai.

Ada pula dua bangunan tua yang diyakini berdiri sejak sebelum kemerdekaan.

Kini, ilalang tinggi memenuhi area, gazebo rusak, sungai tersumbat sampah, bahkan salah satu bangunan ikonik ambruk akibat longsor.

“Sekarang seperti ini, dulu tempat ini dikelola pihak ketiga, ada perjanjian antara desa dengan swasta,” terang Jefri.

Menariknya, meski tak lagi difungsikan sebagai tempat wisata, lokasi ini justru ramai dikunjungi warga untuk mandi atau “tirakat”.

“Malah sekarang banyaknya orang mandi, bilangnya buat menenangkan pikiran, membersihkan hati, saya tidak larang juga,” tambahnya.

Baca Juga: Orang Tua di Ngadirojo Wonogiri Kebingungan Mencari Putrinya yang Hilang, Ending-nya Bikin Melongo

Jefri pernah mencoba menghidupkan kembali suasana dengan menebar ikan sebanyak 3 kuintal di kolam anak-anak yang kosong. Namun, harapan itu pupus hanya dalam semalam.

“Niatnya saya kasih ikan itu untuk bisa dijadikan pemancingan. Siang saya tabur, esok paginya ikan sudah tidak ada, kolamnya kering dikuras,” keluhnya.

Meski kondisinya bak tempat angker, Jefri dan warga masih punya harapan.

Mereka tengah menggalang dana untuk merenovasi kawasan menjadi wisata semi alami dengan sentuhan batu-batu alami di sisi kolam agar terlihat lebih natural.

“Sedang mengumpulkan dana, rencananya kita akan buat semi alami, jadi kita buat sampingnya seperti tebing batu, tidak seperti tembok,” ujarnya.

Dulu, wisata ini mampu menampung hingga 150 pengunjung dalam sehari.

Bahkan, di lokasi juga terdapat gentong air serupa dengan yang ada di situs cagar budaya Candi Watu Genuk yang letaknya tak jauh dari sana. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#seram #Boyolali #Kampung Air #mangkrak #mojosongo #kragilan #wisata