RADARSOLO.COM- Pedagang sapi asal Klaten merugi tidak sedikit.
Sebanyak 5 ekor sampi yang dibeli dari Pasar Hewan Jelok, Cepogo, Boyolali mati.
Rencananya, sapi tersebut kembali dijual untuk kurban Hari Raya Idul Adha.
Namun, sebelum dijual, sapi-sapi yang dibeli dari Pasar Hewan Jelok mati diduga akibat terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Tidak hanya itu, 4 ekor sapi lain milik pedagang bersangkutan juga ikut mati.
Baca Juga: Diduga Terpapar PMK, Sembilan Ekor Sapi Kurban di Karangnongko Klaten Mati: Rencana untuk Kurban
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Lusia Diah Suciati belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Kami belum mengetahui, karena memang belum ada laporan masuk,” jelasnya di sela meninjau sapi kurban Presiden di Boyolali, Selasa (3/6/2025).
Jika memang benar 5 ekor sapi dibeli dari Pasar Jelok, Lusia mengatakan tetap perlu dibuktikan dengan dokumen resmi.
“Kalau pun benar, yang namanya pasar hewan, dari sisi lalu lintas itu memang sumber penularan penyakit (PMK) terbesar,” terang Lusia.
Menurut kepala Disnakkan, sapi-sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Jelok tidak hanya berasal dari Boyolali.
“Yang namanya lalu lintas sapi di Pasar Jelok, saat ramai bisa mencapai 900 sampai 1.000 ekor. Kami ada penjagaan, tapi tidak mungkin memeriksa satu per satu,” ungkapnya.
Untuk itu, Lusia mengimbau para pedagang dan peternak agar lebih selektif dalam menjual maupun membeli hewan ternak, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Kalau memang dari para peternak atau pedagang mengetahui hewan ternaknya terindikasi (sakit), mbok ya lapor ke dinas. Biar kita obati dulu, kita isolasi dulu. Nanti setelah sehat baru bisa dijual,” papar dia.
Lusia menambahkan, hingga akhir Mei 2025, tidak ada laporan penambahan kasus PMK di Boyolali. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono