Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terselamatkan! Dinas Arpus Boyolali Temukan 5 Naskah Kuno: Ada yang Ditulis di Media Dluwang

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 4 Juni 2025 | 21:07 WIB
Mushaf Alquran dan naskah kuno yang ditemukan Dinas Arpus Boyolali di sejumlah lokasi.
Mushaf Alquran dan naskah kuno yang ditemukan Dinas Arpus Boyolali di sejumlah lokasi.

RADARSOLO.COM-Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali berhasil menemukan lima naskah kuno dari abad ke-17 hingga awal abad ke-19.

Penemuan ini merupakan hasil dari kegiatan Sosialisasi Identifikasi dan Pelestarian Naskah Kuno yang digelar Arpus.

Asisten II Sekda Boyolali Insan Adi Asmono menjelaskan, kelima naskah tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan berasal dari berbagai lokasi di Boyolali.

Salah satu temuan penting adalah sebuah mushaf Alquran kuno yang ditemukan di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo.

Mushaf tersebut milik Slamet, berukuran 33 cm x 23 cm dengan ketebalan 6,5 cm.

“Mushaf ini berisi 30 juz lengkap, ditulis dengan aksara Arab berharakat dan menggunakan media kertas,” terang Insan, Rabu (4/6/2025).

Selain mushaf, ditemukan pula naskah Serat Witaradya di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel.

Naskah ini ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa oleh pujangga besar Raden Ngabehi Ranggawarsita pada tahun 1863 Masehi.

Masih dari Desa Cabean Kunti, juga ditemukan naskah Serat Ambiya’, manuskrip langka dari akhir abad ke-18 (sekitar 1784–1786 M) yang ditulis di atas media dluwang.

Dluwang merupakan kertas yang berasal dari kulit pohon glugu (Jawa) atau pohon saeh (Sunda).

Nama latin dari pohon ini adalah Broussonetia papyrivera Vent yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan paper mulberry.

Kulit pohon ini selain digunakan sebagai media tulis, juga digunakan sebagai media lukis.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Pengging-Banyudono Boyolali Sebabkan Warga Desa Ngaru-aru Meninggal Dunia

Temuan keempat berasal dari Desa Tanduk. Berupa manuskrip beraksara dan berbahasa Jawa yang belum diketahui judul dan isi lengkapnya. Ukurannya 22 cm x 18 cm dengan ketebalan 1 cm.

Sementara temuan terakhir berasal dari Dukuh Sewengi, Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari.

Naskah ini ditulis dalam aksara Arab Pegon dengan bahasa Jawa.

“Kelima naskah kuno ini telah didigitalisasi dan akan masuk dalam koleksi digital Perpustakaan Daerah Boyolali,” jelas Insan.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mendaftarkan naskah-naskah ini ke portal Khastara milik Perpustakaan Nasional RI sebagai bagian dari pelestarian dan pengarsipan nasional.

Tak hanya itu, para pemilik naskah kuno akan diusulkan untuk menerima piagam penghargaan dari Bupati Boyolali atas kontribusi mereka dalam pelestarian warisan budaya literasi daerah. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#naskah kuno #dluwang #Dinas Arpus Boyolali #mushaf