RADARSOLO.COM-Ki Djoko Sutedjo, pelukis kelahiran 1954 asal Dukuh Pelang, Desa Bade, Kecamatan Klego, Boyolali, telah menciptakan ribuan lukisan indah sepanjang karirnya.
Ki Djoko bahkan menerima tiga penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Tiga penghargaan tersebut meliputi:
- Lukisan wayang berukuran 3x3 cm di atas media kertas pada tahun 1998
- Lukisan Semar berukuran 2x2 cm di atas simcard pada tahun 1999
- Dan pada tahun 2008, penghargaan MURI untuk pameran lukisan terbanyak di Indonesia.
Ki Djoko juga diundang ke Istana Negara pada tahun 1993 untuk menerima penghargaan sebagai pelukis wayang dari Presiden Soeharto.
"Saya juga mendapat penghargaan dari Wali Kota Semarang pada tahun 2010, serta piagam penghargaan dari LEPRID (Lembaga Prestasi Dunia Indonesia) karena mengadakan pameran tunggal dan bakti sosial pengobatan gratis terbanyak di Pendopo Kecamatan Klego," bebernya, Rabu (11/6/2025).
Seniman yang telah melukis sejak berusia 10 tahun ini juga banyak menyumbangkan hasil karyanya ke Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali.
Pada tahun 2016, sebanyak 160 lukisan hasil karya Ki Djoko bersama murid-muridnya selama lima tahun dipajang di dalam museum tersebut.
"Semasa kecil, saya dulu melukis dengan daun pepaya untuk mendapatkan warna hijau, warna hitam menggunakan arang kayu bakar, warna kuning dari kunyit, dan warna merah dari kunyit yang dicampur dengan kapur sirih," tambahnya.
Hasil lukisan Ki Djoko kini banyak menjadi koleksi menteri, gubernur, wali kota, hingga camat dan kepala desa.
Selain melukis, Ki Djoko juga sering mengadakan pelatihan melukis gratis untuk anak-anak di sekolah. "Tujuannya untuk melestarikan seni melukis," ujarnya.
Saat ini, Ki Djoko sedang membuat lukisan bergambar dua sapi perah, ikon Kabupaten Boyolali, sebagai hadiah untuk perayaan ulang tahun ke-178 Kabupaten Boyolali.
Baca Juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Disnaker Wonogiri Malah Bikin Inovasi: Kok Bisa?
"Ini untuk merayakan ulang tahun ke-178 Kabupaten Boyolali," pungkasnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono