Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Heboh Nenek Sumi Warga Desa Gubug, Ampel, Boyolali yang Dinyatakan Meninggal Dunia di Data Disdukcapil, Kades Minta Maaf dan Mengaku Malu

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 27 Juni 2025 | 22:04 WIB
Surat kematian atas nama Sumi. Foto kanan, Sumi dalam kondisi segar bugar.
Surat kematian atas nama Sumi. Foto kanan, Sumi dalam kondisi segar bugar.

RADARSOLO.COM – Siapa yang tidak kaget ketika mengalami hal seperti ini.

Badan masih segar bugar dan aktif beraktivitas, tapi ternyata data kependudukan menyatakan warga bersangkutan sudah meninggal dunia sejak 2021.

Itu dialami Sumi, 77, warga Dukuh Banjarsari RT 19 RW 09, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Informasi mengejutkan itu diketahui Sumi saat hendak mengaktifkan layanan BPJS Kesehatan.

Namun, petugas menyampaikan bahwa NIK miliknya sudah tidak terdaftar.

Itu karena Sumi dinyatakan sudah meninggal dunia. Padahal, Sumi masih segar bugar.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Kepala Desa (Kades) Gubug M. Hamid tak menampik kekeliruan data kematian atas nama Sumi.

Hamid menyatakan permintaan maaf.

“Itu murni kesalahan saya dan perangkat desa yang kurang teliti dalam mengurus administrasi warga,” ucap Hamid, Jumat (27/6/2025).

Hamid menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19, perangkat desa menerbitkan banyak surat kematian dalam waktu singkat.

“Waktu itu saya harus menandatangani 130 surat kematian dalam satu waktu. Mungkin terburu-buru, jadi tidak saya cek satu-satu,” ujarnya.

Baca Juga: Terima Audensi dari Ikatan Pengusaha Properti, Komisi III DPRD Klaten Dorong Pemkab untuk Permudah Perizinan

Karena Sumi merupakan tetangganya satu RW, Hamid mengaku malu atas insiden tersebut.

“Saya juga malu, karena tetangga sendiri. Tapi sekarang permasalahan sudah kami selesaikan, datanya juga sudah aktif kembali,” tegasnya.

Hamid memastikan seluruh data administrasi milik Sumi kini sudah aktif kembali di Disdukcapil maupun BPJS sejak Kamis (26/6/2025).

Diketahui, karena NIK-nya tidak aktif, oleh petugas BPJS Kesehatan Sumi diarahkan ke Disdukcapil.

Di sana baru diketahui bahwa Sumi berdasarkan data kependudukan sudah dinyatakan meninggal dunia sejak 4 Agustus 2021.

Keterangan tersebut dikuatkan dengan surat kematian dari desa.

“Sebenarnya sempat curiga, karena waktu pencoblosan itu kok tidak dapat undangan surat coblosan. Tapi ya masih berpikir positif, mungkin karena sudah tua,” kata Khoiri, cucu Sumi.

Sementara itu, Sumi menegaskan bahwa sepanjang 2021, dirinya tidak pernah dirawat karena sakit maupun bepergian dalam waktu lama.

“Tidak pernah. Sehari-hari ya bantu tetangga masak-masak. Kalau keluar paling ikut ziarah,” tambahnya .

Sumi menyatakan kecewa namanya masuk dalam surat kematian.

“Kecewa pasti, sekarang permasalahannya sudah diselesaikan anak saya dengan perangkat desa,” pungkasnya. (fid/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Desa Gubug #SUMI #Boyolali #bpjs kesehatan #disdukcapil #kades #ampel #keliru #data kematian