RADARSOLO.COM-Mimpi pasangan suami istri (pasutri) Sumarno Dirjo, 64, dan Sukarti, 56, bisa ke Tanah Suci akhirnya terwujud.
Pasutri asal Kabupaten Rembang itu tergagung dalam kloter 55 yang berangkat ke Makkah pada 17 Mei 2025.
Sumarno dan istrinya bukan berasal dari keluarga berada.
Sebelum berjualan pentol seperti saat ini, keduanya sempat bekerja sebagai buruh tani dan bahkan mengalami kesulitan ekonomi ekstrem pada 1990-an.
Namun sejak tahun 1997, Sumarno mulai menabung dengan tekad kuat untuk naik haji.
Ia menyisihkan Rp 5.000 per hari, lalu meningkat menjadi Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per hari dari hasil jualan pentol keliling.
"Sisanya untuk makan dan modal jualan lagi. Dari mulai Rp 5 ribu, sampai Alhamdulillah bisa berangkat haji," ungkap Sumarno, Sabtu (28/6).
Ia mengaku tak kuasa menahan tangis selama menjalankan ibadah haji.
"Dulu tidak punya apa-apa, sekarang saya termasuk yang dipilih oleh Allah untuk berangkat haji ke Makkah-Madinah," ucapnya haru.
Sumarno mengaku baru bisa membuat pentol setelah belajar dari temannya di Blora pada 1997.
Sejak saat itu, ia bersama istrinya berjualan pentol keliling. Sumarno menggunakan motor, sedangkan Sukarti menggunakan sepeda ontel.
Sepulang dari Tanah Suci, Sumarno tetap ingin melanjutkan usaha berjualan pentol bersama sang istri.
"Saya berpesan kepada semuanya, agar tidak lupa bersholawat, berdzikir dalam menjalankan aktivitas agar selalu barokah,” pesannya.
Sayangnya, setibanya di Asrama Haji Donohudan Debarkasi Solo pada Sabtu (28/6/2025) pukul 21.25, Sumarno mengalami sakit dan langsung dirujuk menggunakan ambulans ke rumahnya di Rembang. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono